Murah, Dapur Pacunya Kencang

MALANG–Persaingan gadget lokal tidak kalah sengitnya dengan vendor ternama. Sebagai bukti, salah satu pabrikan lokal bernama SPC Mobile beberapa waktu terakhir sangat aktif meluncurkan koleksi yang memanjakan penggunanya. Termasuk dalam seri SPC S16 Flazz yang dilengkapi dengan dapur pacu Quad Core nan mumpuni untuk menunjang operasional perangkat.
Owner Shinta Cell Malang Plaza, Setiawan menuturkan, bila sejak semester 2 tahun 2014 lalu, SPC sangat aktif mengenalkan seri terbaru. Tidak sekadar meluncur, namun perangkat mendapatkan balutan fitur istimewa untuk menarik perhatian penggemar gadget.
”Contohnya dengan mengenalkan seri baru yang sudah mengusung sistem operasi Android KitKat, prosesor empat inti hingga  kamera yang beresolusi tinggi,” tuturnya.
Iwan, sapaan akrabnya menyampaikan, salah satu seri terbaru bernama SPC S16 Flazz menarik untuk dimiliki penggemar gadget, berkat balutan prosesornya. SPC memberikan dapur pacu Quad Core dengan tingkat kecepatan mencapai 1,2 GHz. Bila melihat harganya, maka seri ini sangat murah dengan fitur mumpuni.
”Harganya di bawah Rp 1 juta. Tetapi untuk fiturnya tidak ketinggalan, baik dengan sesama ponsel lokal maupun dari Korea,” beber Iwan kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, dapur pacu tadi disempurnakan dengan media penyimpanan internal mencapai 4 GB. Sehingga, berbagai aplikasi penting bisa dipasang di bagian internal ponsel. ”Ruang yang lebar membuat pengguna lebih bebas memiliki berbagai macam aplikasi,” jelas dia.
Menurutnya, untuk koleksi dari SPC, perangkat yang mengusung jaringan 3G sebagai acces datanya ini bisa mencapai downlink sebesar 21 Mbps. Sementara, uplink jaringan sebesar 5,76 Mbps. ”Bila ditambah dengan OS Android KitKat, maka jaminan online yang lebih cepat ada di S16 Flazz,” imbuhnya.
Sementara itu, secara penampilan perangkat ini sangat elegan dan ringkas dengan layar 4 inci. Bagi pengguna yang masih terhitung pendatang baru, seri ini sangat layak untuk dijadikan perangkat pertama. ”Bila penggunanya sudah lama menggunakan android atau tablet, bisa menjadi perangkat kedua,” pungkas dia. (ley/ary)