Indosat Lirik Facebook dan Twitter

JAKARTA - Feby Sallyanto, Group Head Major & Strategic Accounts Indosat, mengemukakan layanan data center merupakan potensi bisnis yang sangat menggiurkan. Sebab, menurutnya di masa mendatang semua bidang industri, perangkatnya seperti halnya dekstop, gadget, dan perangkat lainnya makin terhubung dengan internet. Perangkat itu terhubung untuk interaksi, monitoring, maupun pertukaran data bisnis.
Peluang juga makin terbuka lebar, terlebih dengan adanya kebijakan pemerintah melalui Peraturan Bank Indonesia nomor 9/15/PBI/2007 tentang kewajiban penyimpanan Data Center-Disaster Recovery Center (DC-DRC) di dalam negeri.
Ketentuan soal penempatan  pusat data di Indonesia juga diperkuat dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 82 tahun 2012 tentang penyelenggaraan sistem transaksi dan transaksi eletronik.
"Begitu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan regulasi kepada perusahaan-perusahaan non bank," ujar dia di Purwakarta.
Terkait para pemain Over The Top (OTT) seperti Facebook, Twitter, dan lainnya, Feby menjelaskan mereka juga harus patuh untuk mengikuti peraturan dari pemerintah untuk membuka data center di Indonesia.
Maka, Indosat ingin menyasar mereka untuk menggunakan layanan data center yang dipunyai oleh operator telekomunikasi tersebut."Pemain besar itu sedang dijajaki oleh kita. Insya Allah mereka bisa jadi pelanggan layanan data center milik Indonesia," harap dia.
Selain itu, operator seluler berbasis GSM ini sedang serius merambah segmen korporat dengan memperkuat bisnis layanan data center. Saat ini, Indosat sedang merampungkan DC-DRC atau Pusat Pemulihan Bencana di Jatiluhur, Purwakarta.
DRC yang sedang dibangun tersebut merupakan yang ketiga. Dua pusat pemulihan sebelumnya sudah berdiri tegak di tempat yang sama.
Diketahui, DRC ini akan menunjang para pelanggan Indosat dalam mem-backup sistem Teknologi Informasi (IT) utama yang dipergunakan dan menempatkan infrastruktur beserta datanya dalam lokasi terpisah, sehingga dapat melanjutkan bisnisnya saat perusahaan tersebut IT-nya mengalami gangguan karena terjadi bencana.
Pembangunan fasilitas DC/DRC ini diharapkan dapat rampung pada April tahun ini. Bila sudah selesai dibangun, maka fasilitas yang dihadirkan oleh Indosat ini menjadi bagian dari 25 dalam fasilitas DC/DRC di Acasia Global Data Center di tujuh negara Asia Tenggara. (ozn/fia)