Telkom Mulai Cut Off BTS CDMA

MALANG – Tahapan migrasi pelanggan Telkom CDMA (Flexi) ke GSM memasuki masa cut off. Pe-non aktifan Base Transceiver Station (BTS) akan dilakukan secara bertahap. Rencananya, seluruh BTS CDMA Flexi akan tidak berfungsi pada Mei mendatang.
“Pada bulan Februari ini, kami akan melakukan cut off terhadap 51 BTS. Menyusul pada Maret mendatang sekitar 34 BTS, April 51 BTS dan terakhir pada Mei nanti seluruh BTS yang tersisa akan dimatikan. Sehingga layanan Flexi pun sudah tidak dapat digunakan. Total ada 168 BT di Malang Raya,”  urai Manajer Customer Care Witel Malang, M Anwar.
Sejalan dengan hal tersebut, Anwar menghimbau pelanggan Flexi yang belum migrasi untuk segera melakukan upgrade ke jaringan GSM, dalam hal ini Telkomsel. Proses upgrade Flexi ke Telkomsel sendiri dapat dilakukan di 14 Plasa Telkom yang tersebar di seluruh wilayah Malang Raya.
Untuk kawasan utara, upgrade dapat dilakukan di Lawang dan Karangploso, area barat di Batu dan Pujon, timur di Pakis dan Tumpang, selatan di Kepanjen, Sumberpucung, Gondanglegi, Turen dan Dampit serta wilayah kota di Blimbing, Sawojajar, dan Klojen.
Proses upgrade Flexi ke Telkomsel dapat dilakukan pelanggan dengan membawa kartu Flexi dan KTP. Pelanggan akan mendapatkan ganti berupa Kartu As Flexi (Prabayar) atau Kartu Halo  Flexi (Pascabayar) serta pilihan voucher diskon untuk membeli handset GSM atau voucher pulsa. Pasca upgrade, Telkom tidak serta merta mematikan nomor Flexi pelanggan, sehingga ketika ada panggilan atau SMS masuk ke nomor lama masih tetap terhubung dengan nomor yang baru.
Telkom memastikan, upgrade Flexi ke Telkomsel ini akan semakin menguntungkan pelanggan. Antara lain cakupan sinyal yang lebih luas di seluruh wilayah Indonesia, tarif tetap hemat seperti Flexi, tidak perlu melakukan combo saat ke luar kota, mampu digunakan roaming nasional dan internasional, serta memiliki kecepatan akses internet broadband yang lebih tinggi.
Sementara itu, saat ini pelanggan Flexi di area Malang yang sudah melakukan upgrade mencapai lebih dari 125 ribu pelanggan dari total 423 ribu pelanggan aktif. Telkom sendiri sangat optimis dalam waktu tiga bulan ke depan mampu melakukan upgrade sisa pelanggan yang belum melakukan migrasi. Dari pengalaman sebelumnya, dalam sehari Telkom mampu melayani proses upgrade 3000 pelanggan dalam satu hari. (nda/fia)