UN Online, Penjualan PC Masih Adem Ayem

MALANG – Penjualan personal computer (PC) dan laptop di Malang Raya masih terkesan adem ayem sekalipun banyak yang memprediksi akan ada peningkatan angka penjualan jelang pelaksanaan UN online untuk SMA/SMK. Tidak ada peningkatan berarti atau pemesanan perangkat dalam jumlah besar, hanya ada beberapa sekolah yang sudah memesan untuk perbaikan koneksi server saja.
Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Malang Raya, Cornelius Sutiono menyampaikan, hingga akhir Februari kemarin masih belum ada informasi mengenai penjualan PC atau laptop dalam jumlah besar, layaknya sekolah melengkapi kebutuhan IT di sekolahnya. Sebab, penjualan juga masih datar-datar saja sepanjang Februari lalu.

“Hingga saat ini masih tetap normal penjualan di pengusaha yang tergabung dalam Apkomindo. Kalaupun ada, laporannya mungkin belum masuk ke kami mengenai omzet terbaru mereka,” ujarnya.
Menurutnya, dari sesama pengusaha baru akan ada laporan pekan depan. Mungkin saja baru diterima mengenai seberapa jauh peningkatan penjualan serta kepastian adanya pemesanan dari sekolah yang sedang menyiapkan perangkat untuk UN Online. “Saat ini, dari beberapa yang ikut pameran di Cyber Mall, belum ada informasi peningkatan,” tegas dia.
Cornelius menuturkan, bisa jadi sekolah juga sudah tidak terlalu pusing untuk kelengkapan tersebut. Pasalnya, saat ini sebagian besar sekolah sudah memiliki laboratorium komputer. Bilapun ada, sekadar melengkapi kekurangan dan tidak membeli secara partai dalam jumlah di atas 10 unit. Selain itu, bisa pula sekolah membeli langsung di Surabaya.
“Mungkin juga sekolah langsung melengkapi PC atau laptopnya langsung membeli dari distributor di Surabaya. Padahal, harga Surabaya dan Malang terhitung sama saja,” imbuhnya.
Menurut dia, ada informasi memang beberapa outlet menerima permintaan perbaikan server untuk sekolah. Sejauh ini, hanya itu berkah yang diterima oleh pengusaha dan teknisi komputer di Malang Raya.
Sementara itu, Teknisi Rise Against Computer, Zubaidi mengakui, di tempatnya memang sebatas melayani perbaikan server untuk persiapan UN Online. Ada beberapa sekolah yang sudah dilayani untuk perbaikan koneksi server untuk memastikan kelancaran ketika UN Online berlangsung. “Saat ini baru perbaikan server saja, untuk yang membeli PC atau laptop belum ada,” jelasnya.
Namun, memang ada dua sekolah yang sudah mengajukan penawaran untuk pemesanan PC dalam jumlah besar. Hingga saat ini, sekolah tersebut baru melihat penawaran yang diberikan dan masih akan memberikan jawaban di awal Maret. “Pekan depan baru dijawab, apakah jadi memesan PC dalam jumlah 40 unit,” terang Zubaidi.
Senada, Manager Branded Store Liong mengatakan, tempatnya baru sebatas menerima permintaan perbaikan server. Untuk pembelian PC dalam jumlah besar seperti prediksi sebelumnya, sejauh ini belum terjadi. “Nggak tahu juga bila di tempat lain atau sekolah memesan langsung dari Surabaya,” ucapnya.
Dia mengakui, penjualan yang terjadi cenderung pada customer personal. Belum terlalu ada peningkatan sepanjang Februari, yang memang dianggap masih menjadi masa low season penjualan komputer. “Prediksinya akhir Maret baru akan terjadi lonjakan penjualan untuk persiapan ujian dan tahun ajaran baru. Peningkatan sekarang belum mencapai 5 persen dibandingkan bulan lalu,” tandas Liong.  (ley/fia)