2015, Aplikasi Mobile Capai 235 Miliar Download

JAKARTA - Laporan terbaru dari Juniper Research menunjukkan adanya peningkatan cukup besar akan kebutuhan aplikasi di dunia. Aplikasi mobile yang di-download ke tablet dan smartphone diperkirakan meningkat 28 persen.
Angka ini berarti ada sekitar 235 miliar download aplikasi mobile pada tahun ini. Pertumbuhan ini didukung oleh adanya kenaikan fenomenal di pasar negara Tiongkok. Negara itu berkontribusi hampir 60 pesen dalam kegiatan download secara global pada tahun lalu.
Kebutuhan download aplikasi di Tiongkok ternyata tidak merosot, meski Google Play mendapat diskriminasi. Sebagai hasilnya, AppStore milik Baidu, yang terintegrasi dalam mesin pencariannya, telah mampu mengekor Apple App Store dan menjadi toko aplikasi kedua terbesar di dunia, untuk urusan volume download.
Dalam data metrik di tujuh toko aplikasi, Tiongkok mendominasi lima di antaranya. Namun, untuk urusan pendapatan aplikasi, Tiongkok masih kalah dibanding Amerika dan Jepang. Pendapatan per download hampir sembilan kali lipat lebih tinggi di Amerika, dan 14 kali lipat dibanding Jepang.
"Aplikasi games kami anggap sektor yang paling matang dan menguntungkan. Ada ruang signifikan untuk bertumbuh di pasar berkembang dan maju, menyoroti migrasi yang kuat dari konsol game dan pertumbuhan sosial game yang berkelanjutan," ujar periset Dr. Windsor Holden dari Juniper Research, seperti dikutip Cellular News, Jumat 6 Maret 2015.
Sementara itu, ujar Holden, adopsi dan monetisasi aplikasi multimedia akan menjadi pendorong, seiring dengan bundling jaringan operator dengan aplikasi multimedia dan juga pola berlangganan. (vvn/jon)