Studi: Ponsel Pintar Picu Kemalasan

JAKARTA - Ponsel pintar telah menjadi kebutuhan yang melekat pada era mobile. Bisa dibilang, ponsel pintar telah lengket dalam aktivitas pengguna mobile. Meski menawarkan pengalaman dan kemudahan, penggunaan ponsel pintar berpotensi menumpulkan pikiran.
Studi yang diselenggarakan pakar Universitas Waterloo, Kanada, menemukan penggunaan ponsel pintar terkait dengan kemalasan.
Seperti dilansir Phone Arena, Senin (9/3), peneliti menemukan alih-alih membuat pengguna bisa berpikir intuitif, penggunaan ponsel pintar malah memicu kemalasan.
"Pengguna mungkin mencari informasi yang sebenarnya mereta ketahui atau bisa dengan mudah dipelajari, tapi mereka enggan berupaya untuk memikirkan hal itu," kata Gordon Pennycook, salah satu penulis studi tersebut.
Peneliti menyoroti ketergantungan pengguna dengan mesin pencari yang ada di ponsel pintar mereka. Sikap sangat tergantung itu, kata peneliti, membuat pengguna enggan berpikir analitis dan strategis.
Untuk sampai pada kesimpulan studi tersebut, peneliti telah mengumpulkan data dari 660 responden dalam tiga kali studi terpisah. Dalam prosesnya, peneliti mengukur kognitif, proses berpikir intuitif, analitis, keterampilan ekspresi verbal dan kuantitatif responden.
Setelah mengumpulkan data, peneliti kemudian mengamati kebiasaan penggunaan ponsel pintar pada masing-masing responden.
Hasil pengamatan tersebut, responden yang memiliki kemampuan kognitif yang lebih kuat dan berpikir analitis cenderung lebih sedikit menggunakan ponsel pintar mereka. Sebaliknya, mereka yang malas cenderung lebih banyak menggantungkan mesin pencarian dalam memecahkan masalah mereka.
"Penelitian kami menyediakan dukungan hubungan antara penggunaan ponsel pintar yang akut dan penurunan kecerdasan. Apakah hubungan ini benar demikian, masih butuh penelitian di masa depan," kata Pennycook.
Sementara itu, penulis studi lainnya, Nathaniel Barr, mengingatkan pengguna atas potensi negatif tersebut. Ia juga meminta perhatian dengan prediksi pertumbuhan ponsel pintar yang kian meledak di masa depan.
"Sebelum teknologi itu mendarah daging, sangat penting untuk memahami bagaimana ponsel pintar mempengaruhi dan berhubungan dengan psikologi manusia," kata Barr.
Studi peneliti Waterloo itu pada dasarnya menguatkan studi sebelumnya yang menunjukkan manusia cenderung menghindari terlalu banyak usaha saat memecahkan masalah. (vvn/jon)