Mi Notebook Air Siap Bersaing dengan MacBook


BERSAING: Xiaomi Redmi Pro, produsen teknologi asal China Xiaomi menghadirkan perangkat lain yaitu Mi Notebook Air.

JAKARTA - Selain meluncurkan Xiaomi Redmi Pro, produsen teknologi asal China Xiaomi juga menghadirkan perangkat lain yaitu Mi Notebook Air. Perangkat tersebut hadir dalam dua ukuran yaitu 13,3 inci dan 12,5 inci. Keduanya berbalut logam dan berbezel kaca tipis. Jika dilihat dari dekat, perangkat tersebut terlihat benar-benar mirip dengan seri MacBook Pro.
Dengan tebal 14,8mm dan bobot 1,28kg, perangkat tersebut berjalan di atas Intel Core-i5-6200U di dalamnya, bersama dengan DDR4 RAM 8GB dan PCIe SSD storage 256GB. Xiaomi bahkan membekali perangkat tersebut dengan slot SATA untuk memori penyimpanan ekstra dengan instalasi OEM.
Varian 13,3 inci juga dilengkapi dengan GPU NVIDIA GeForce 940MX 1GB. Bukan salah satu yang yang diinginkan gamer, namun lebih baik dibanding hanya mengandalkan grafis terintegrasi. Perangkat tersebut didukung oleh baterai 40W yang disebut dapat bertahan hingga 9,5 jam dan teknologi pengisian cepat dengan charger USB Type-C yang diklaim mampu mengisi mulai dari nol sampai 50 persen dalam 30 menit.
Dan jika lebih memilih perangkat yang ringan dan mudah dibawa, maka model 12,5 inci mungkin adalah pilihan yang cocok. Perangkat tersebut hanya berbobot 1,07 kg. Dari segi dapur pacu, model yang lebih kecil tersebut dipersenjatai Intel Core m3, RAM 4GB dan SATA SSD 128GB.
Berbeda dari model yang lebih besar yang memiliki dua USB, varian 12,5 inci hanya memiliki satu USB 3.0. Meski demikian, perangkat tersebut masih dilengkapi dengan port HDMI. Xiaomi juga mengklaim bahwa baterai akan tahan selama sekitar 2 jam.
Bagian terbaik tentang Mi Notebook Air adalah harganya, terutama jika dibandingkan dengan MacBook milik Apple. Untuk varian 13,3 inci, perangkat tersebut dibandrol sekitar 750 dolar AS, sementara varian 12,5 inci ditawarkan dengan harga 520 dolar AS.
Perlu dicatat, belum diketahui kapan perangkat tersebut mulai tersedia, dan harga akan cenderung naik di luar China, demikian GSM Arena. (ra/det/udi)