Ponsel Makin Terpuruk, Sony Fokus ke Game


GAME: Modul sensor buatan Sony dikenal paling banyak digunakan berbagai produsen ponsel di seluruh dunia, namun penjualannya merosot pada kuartal pertama 2016.

JAKARTA- Selama ini, modul sensor buatan Sony dikenal yang paling banyak digunakan oleh berbagai produsen ponsel di seluruh dunia. Namun penjualannya merosot pada kuartal pertama 2016 ini.
Sony memang memprediksi bahwa divisi perangkatnya masih akan tumbuh secara signifikan dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Namun tampaknya hal ini belum cukup membuatnya puas.
Oleh karena itu, perusahaan asal Jepang ini pun mengubah strategi untuk bisa meningkatkan pendapatan perusahaannya, salah satunya adalah mengubah strategi bisnisnya untuk fokus ke industri game dan sejenisnya pada tahun fiskal selanjutnya, yang jatuh pada April 2017 mendatang.
Dalam sebuah pertemuan di Tokyo untuk membahas strategi bisnis perusahaannya, CEO Sony Kaz Hirai menyoroti soal VR yang digadang-gadang bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis Sony di masa depan. Mereka yakin, VR akan menciptakan domain bisnis baru.
PlayStation VR yang rencananya akan diluncurkan pada Oktober mendatang nantinya diharapkan bisa meningkatkan pendapatan di sektor hiburan, pencitraan digital, serta gaming. Tak cuma itu, Sony juga saat ini sedang mengembangkan sebuah robot yang bisa membentuk 'ikatan emosional' dengan penggunanya. Hirai mengatakan bahwa robot tersebut sudah dibuat sejak April dan saat ini masih dikerjakan agar bisa segera diluncurkan.
"Sony terus berusaha mencari model bisnis baru yang bisa mengintegrasikan layanan dan perangkat keras untuk memberikan pengalaman emosional yang menarik," pernyataan Hirai.
Sony memang semakin terpuruk di bisnis ponsel pintar. Akhir tahun lalu, Sony sempat merencakan untuk keluar dari jalur bisnis perangkat mobile apabila gagal meraih keuntungan tahun depan.
Keuntungan perusahaan asal Jepang itu di bisnis perangkat mobile banyak bergantung pada ponsel pintar Android seri premium, yaitu Xperia Z5, 4K Xperia Z5, dan Z5 Compact, yang diperkenalkan dalam pameran teknologi IFA 2015 di Berlin beberapa waktu lalu.
Mengutip Tech Times, pangsa pasar Sony di tahun 2014 tercatat hanya 17,5 persen di Jepang dan kurang dari satu persen untuk pasar Amerika Utara yang notabene dikuasai Apple dan Samsung. (dtc/det/udi)