Samsung Galaxy Note 5 Terpopuler

PUNCAK : Posisi Galaxy Note 5 tetap berada di puncak daftar 10 ponsel terpopuler.

JAKARTA - Sejumlah ponsel baru telah dirilis oleh para vendor sepanjang semester pertama 2016. Namun ponsel apa yang paling populer di mata pengguna? Aplikasi benchmark Antutu di situs resminya merilis daftar ponsel terpopuler sepanjang paruh pertama tahun ini.
Mereka mengelompokkan berdasarkan sejumlah katagori. Pertama berdasarkan nama ponsel. Meski dirilis pertengahan tahun lalu, Galaxy Note 5 tetap berada di puncak daftar 10 ponsel terpopuler.
Phablet ini bahkan mengalahkan Galaxy S7 dan S7 Edge yang dirilis Februari 2016. Ada lima ponsel Samsung yang masuk ke dalam daftar. Kesemuanya berada di puncak daftar terpopuler kecuali Galaxy S7 Edge yang posisinya berada di bawah Redmi Note 3.

Sementara posisi 7 sampai 10 diisi oleh Meizu MX5, LG G3, LeEco 1S dan Meizu Metal. Antutu turut mendaftar ponsel populer berdasarkan ukuran layar dan resolusi. Tiga ukuran yang paling populer yakni 5,5 inci, 5 inci dan 5,1 inci.
Sementara resolusi paling populer 1080p, diikuti 2K dan 720p. Adapun prosesor yang paling populer Snapdragon 820, diikuti oleh Exnos 7420 dan Helio X10. Bila berdasarkan inti, prosesor 8 core paling popular. Selanjutnya ada prosesor 4 core dan 6 core.
Ponsel dengan RAM 3 GB menjadi terpopuler diikuti RAM 4 GB dan 2 GB. Bila berdasar ruang penyimpanan, ponsel dengan ROM 16 GB menjadi terpopuler. Selanjutnya ada ROM 32 GB dan 64 GB. Antutu melaporkan ponsel terpopuler adalah yang berkamera 13 megapiksel dan diikuti 8 megapiksel serta 21 megapiksel.
Untuk baterai, kapasitas 3.000 - 3.500 mAh berada di puncak. Posisi berikutnya ada 2.500 - 3.000 mAh dan 3.500 - 4.000 mAh. Antutu menyimpulkan, selama semester pertama, konsumen masih peduli soal merek. Mereka bersedia mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli ponsel pintar dengan merek terkenal.
Ponsel dengan layar besar, resolusi tinggi, performa mumpuni dan kapasitas baterai besar menjadi pilihan konsumen. Sementara soal kamera, spesifikasi tidak menjadi pertimbangan utama, tapi kualitas foto yang dihasilkan. (kt/mar)