Selama Lebaran Trafik Telkomsel Meningkat


LAYANAN: Jalur komunikasi selama Lebaran 2016 membuat jaringan Telkomsel mengalami kenaikan trafik cukup pesat, mencapai 2.500 TB (Terabyte). (Ipunk Purwanto/Malang Post)

MALANG – Penggunaan media sosial serta penyampaian pesan singkat instan sebagai jalur komunikasi selama momen lebaran 2016 telah membuat jaringan Telkomsel mengalami kenaikan trafik cukup pesat, mencapai 2.500 TB (Terabyte). Jika dibandingkan dengan penggunaan di hari  biasa, angka ini mengalami peningkatan sebesar 12 persen.
Manager Corporate Communication Telkomsel Jawa Bali, Erwin Kusumawan mengatakan, peningkatan yang cukup signifikan terjadi di beberapa titik tertentu seperti lokasi wisata hingga tempat padat sebagai arah tujuan dilalukannya mudik. Sedangkan trafik penggunaan layanan tertinggi terkonsentrasi di area Jawa Bali, diantaranya seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
“Wilayah tersebut merupakan destinasi utama mudik dan daerah wisata. Penggunaan data di area ini menembus 771 Terabyte (TB), terutama saat momen H-1 Lebaran,” katanya ketika dihubungi Malang Post, kemarin.
Trafik layanan data menurutnya mencapai kenaikan paling tinggi sebesar 78 persen atau sebesar 2.700 Terabyte (TB) di H-1 Lebaran. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan trafik data di periode yang sama di tahun 2015. Sementara jika dibandingkan dengan hari biasa, layanan tersebut naik sekitar 17 persen. “Untuk yang paling tinggi trafiknya terjadi di Sumatra, yaitu lebih dari 89 persen atau sekitar 665 TB saat H-1 Lebaran,” jelas Erwin.
Menurutnya, layanan suara dan SMS pada momen Lebaran ini juga cenderung stagnan. Di mana layanan suara mengalami penurunan sebesar empat persen di hari Lebaran menjadi sekitar 1,5 miliar menit jika dibandingkan dengan trafik percakapan di hari normal. Sedangkan layanan SMS mengalami kenaikan sebesar satu persen.
Sementara tingkat keberhasilan koneksi data dan tingkat keberhasilan pengiriman SMS mencapai 99 persen, dan tingkat kesuksesan panggilan lebih dari 98 persen. Ini berarti, tidak ada masalah berarti selama masa Lebaran berlangsung. “Sebelumnya kami juga sudah melakukan peningkatan kualitas jaringan untuk melayani kebutuhan komunikasi pelanggan selama periode mudik. Optimalisasi kami lakukan untuk antisipasi lonjakan yang biasanya terjadi pada H-7 sampai dengan H+8 Lebaran,” terangnya.
Identifikasi terhadap 809 hotspot atau POI (Point of Interes) juga dilakukan untuk memaksimalkan kebutuhan selama momen Lebaran. Identifikasi pun dilakukan di beberapa titik yang diprediksi akan mengalami pelonjakan cukup tinggi seperti terminal bus, stasiun kereta, dermaga, rumah sakit, hingga Mall. Sebanyak 76 unit compact mobile base station (Combat) disiagakan untuk memaksimalkan kapasitas di beberapa titik yang padat tersebut. (pit/udi)