Tantang Startup Malang, Telkomsel Kampanye The NextDev

ROADSHOW: Agenda roadshow The NextDev 2016 bertempat di Universitas Brawijaya, Malang dipilih sebagai kota ketiga dalam acara ini. (Ipunk Purwanto/Malang Post)

MALANG – Potensi industri kreatif digital di Kota Malang memang sangat besar. Tidak sedikit anak muda di kota pendidikan ini yang tertarik dengan dunia digital dan terjun dalam bidang startup. Menanggapi itu, Telkomsel pun memilih menggandeng anak muda tersebut untuk dapat mengaplikasikan kemampuannya dalam pembangunan smart city, sebagai penunjang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Manager Corporate Communication Telkomsel Jawa Bali Erwin Kusumawan mengatakan, dunia digital saat ini sudah tidak dapat dihindari lagi. Masyarakat pun dituntut siap dengan perubahan yang terus berkembang pesat. Oleh sebab itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sudah seharusnya menjadi kebutuhan utama yang harus diperkenalkan sejak dini.
“Salah satu upaya kami mendukungnya melalui kompetisi The NextDev. Karena ini adalah cara pemanfaatan teknologi dari berbagai pilar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarat kota dan daerah,” katanya pada Malang Post seusai acara roadshow The NextDev 2016 bertempat di Universitas Brawijaya, kemarin.
Menurut Erwin, kompetisi ini merupakan yang kedua. Antusias yang ditunjukkan pun sangat besar. Karena dalam acara roadshow The NextDev 2016 yang berlangsung di beberapa kota mampu menyedot banyak perhatian anak muda. Tahun lalu, untuk roadshow di Malang saja Telkomsel mampu menjaring tidak kurang dari 200 anak muda, sedangkan tahun ini sekitar 300 peserta turut datang.
“Memang meningkat lebih besar dibanding tahun lalu, mungkin karena efek di tahun lalu sudah terasa, utamanya untuk program smart city,” tambahnya.
Dia menambahkan, konsep yang diusung dalam kompetisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ruang lingkup yang ditetapkan di tahun ini pun lebih luas melalui kategori pengembangan aplikasi rural atau pedesaan. Namun semua masih tetap dengan fokus utamanya pada pengembangan smart city.
Erwin menyebutkan, untuk memancing semangat para pemuda yang turut serta dalam agenda roadshow tersebut, berbagai agenda menarik pun sengaja dihadirkan. Seperti startup talk, dimana peserta akan mendapat pengetahuan mengenai pengembangan startup dari pelaku industri kreatif digital. Selain itu, peserta juga diberi kesempatan mempresentasikan produk startupnya dalam jangka waktu tertentu.
“Malang ini kota ke tiga, kemudian akan dilanjutkan ke Banyuwangi, Denpasar, Bandung, Bogor  hingga Pontianak. Setelah selesai roadshow, akan diadakan proses seleksi regional dan focus group discussion,” jelas pria ramah ini.
Dalam kompetisi tersebut, lanjut Erwin, para finalis yang lolos akan mendapat pelatihan selama bootcamp dari para ahli. Diantaranya terkait dengan pengembangan technical maupun soft skill mulai dari teknik melakukan coding, marketing skills hingga communication skills. Sehingga, mereka dapat mewujudkan imajinasi dan ide mereka tentang smart city dan menjadi bagian dari program pengembangan smart city.
“Ada sembilan sub tema dengan fokus yang berbeda sebagai dasar pengembangan solusi. Antara lain agrikultur kemaritiman, UKM, dan energi pariwisata,” pungkas pria asal Sidoarjo ini. (pit/oci)