Verizon Akusisi Bisnis Yahoo, Pengguna Aman

AMAN : Meski Yahoo dijual ke Verizon namun pengguna Yahoo tetap aman karena Verizon meyakini Yahoo masih memiliki pelanggan setia.

JAKARTA - Kabar penjualan Yahoo bukan isapan jempol. Verizon akhirnya resmi mengakuisisi bisnis internet inti milik Yahoo senilai USD 4,83 miliar atau sekitar Rp 63,6 triliun (USD 1 = Rp 13.157).
“Akuisisi Yahoo akan meletakkan Verizon dalam posisi yang sangat kompetitif sebagai perusahaan media mobile global papan atas dan membantu meningkatkan pemasukan di bidang iklan digital,” ujar Lowell C. McAdam, CEO Verizon dalam pernyataannya.
Antara Yahoo dan Verizon sudah mencapai kata sepakat pada akhir minggu lalu. Dengan begitu, Verizon menyatukan dua raksasa internet zaman dulu, yaitu AOL dan Yahoo. AOL sendiri diakuisisi oleh Verizon pada 2015 lalu senilai USD 4,4 miliar.
Verizon memperkaya portfolionya dengan tambahan layanan consumer dari Yahoo, yang meliputi mesin pencari, news, finance, sport, video, email dan jejaring sosial Tumblr. Penyedia layanan telekomunikasi seluler itu berharap bisa masuk ke posisi tiga dalam pemasukan iklan digital.
Bisnis yang diakuisisi oleh Verizon hanyalah bisnis inti Yahoo. Sementara itu perusahaan yang dipimpin oleh Marissa Mayer tersebut masih memiliki saham 35,5 persen di Yahoo Jepang senilai USD 8,3 miliar, 15 persen saham di raksasa e-commerce China Alibaba senilai USD 31,2 miliar serta beberapa paten.
Dijualnya Yahoo ke Verizon pasti memunculkan berbagai imbas. Entah dari level pimpinan, karyawan atau mungkin dampaknya sampai ke Anda, pengguna setia Yahoo. Sayangnya, pihak Yahoo atau Verizon sejauh ini masih belum berbicara banyak seputar perubahan yang terjadi.
Namun dalam berbagai pernyataan, Verizon menegaskan bakal tetap mempertahankan brand Yahoo. Terlebih brand sang pionir di jagat internet ini diyakini masih punya loyalitas pelanggan yang tidak sedikit.
CEO Yahoo Marissa Mayer pun masih akan memimpin Yahoo dalam periode transisi. Termasuk membantu integrasi bisnis Yahoo dan AOL ke dalam satu payung bisnis mobile dan online digital. Namun tidak bisa dipastikan nasib Mayer setelah proses transisi rampung.
Sementara, analis eMarketer, Paul Verna menilai, layanan email Yahoo tak akan serta merta dimatikan. Sebab, ini merupakan layanan online Yahoo yang masih seksi di mata pengguna. Di Amerika Serikat misalnya, email Yahoo jadi populer kedua setelah Gmail milik Google.
Popularitas tinggi pun masih dipegang Yahoo Mail di Eropa dan Amerika Latin. “Karena itu akan sangat masuk akal jika Verizon mempertahankan brand tersebut,” tegasnya. Namun Giusto memprediksi, Verizon butuh waktu untuk membuat perubahan di layanan Yahoo.
Produk lain yang juga dipercaya tak bakal dimatikan adalah layanan konten Yahoo Finance dan Sports. Dua layanan ini masih tinggi menyumbang trafik bagi Yahoo. Di sisi lain, salah satu misi Verizon ketika meminang Yahoo adalah untuk memperkuat platform media dan periklanan digital mereka.
Dimana trafik tinggi sangat berperan di sini. Mike McCormack, analis dari Jefferies mengungkapkan, dalam sebulan, Yahoo bisa meraup 1 miliar pengguna aktif, termasuk di dalamnya 600 juta pengguna mobile. (jpnn/mar)