| 1.300 Pedagang Dinoyo Digantung |
| Sabtu, 15 September 2012 17:44 |
Akibat Addendum PKS Mall Dinoyo City RuwetDINOYO – Para pedagang pasar tradisional Dinoyo di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Merjosari, geregetan melihat ruwetnya proses pembangunan Pasar Tradisional Terpadu dan Mall Dinoyo City. Lambatnya penyelesaian urusan addendum PKS (Perjanjian Kerja Sama), serta macetnya pembebasan lahan, membuat Persatuan Pedagang Pasar Dinoyo kesal. Pedagang sayur TPS Merjosari, Supiye (50) sedikit emosi saat disinggung soal lambatnya proses revitalisasi pasar tradisional terpadu. ‘’Gak bisa! Orang-orang yang membangun jangan ruwet dong. Jangan sampai pasar gak dibangun. Pokoknya harus segera berjalan pembangunannya,’’ ujar Supiye kepada Malang Post kemarin (15/9). Ibu 6 anak dan 3 cucu itu tidak ingin pemerintah dan dewan berlambat-lambat lagi dalam menyelesaikan proses pembangunan Pasar Tradisional Terpadu dan Mall Dinoyo City. Pasalnya, para pedagang berharap bisa segera keluar dari TPS (Tempat Penampungan Sementara) Merjosari dan kembali ke lokasi berjualan semula. Omzet dagangan di TPS Merjosari sangat sedikit dibandingkan dengan penjualan di pasar tradisional Dinoyo. ‘’Hasil jualan di pasar tradisional Dinoyo bisa dua kali lipat daripada TPS Merjosari,’’ ungkapnya. Rina, pedagang sayur TPS Merjosari pun memiliki komentar serupa. Ia memaparkan, posisi pasar tradisional Dinoyo yang berada di jalan besar menjadi alasan tingginya omzet para pedagang. Pembeli yang masuk bukan hanya berasal dari langganan rutin saja. Ada banyak bus wisata yang suka berhenti di pasar Dinoyo untuk berbelanja souvenir. ‘’Anak kuliah juga membeli di pasar Dinoyo, tentu ketika pindah ke TPS Merjosari pendapatan kami berkurang, soalnya Merjosari bukan jalan besar,’’ tandas Rina. Dari pantauan Malang Post kemarin, para pedagang sudah banyak menutup bedaknya sesudah dhuhur karena sepi pengunjung. Suasana TPS Merjosari tergolong sepi, padahal ia menampung ribuan pedagang dari Pasar Dinoyo. Namun demikian, Supiye dan Rina serta pedagang lain tampaknya harus menambah umur kesabaran. Jika semua pihak yang terlibat tak segera menyelesaikan permasalahan ini, maka nasib wong cilik seperti Supiye dan Rina akan terus terkatung-katung. Peletakan batu pertama pembangunan Mall Dinoyo City dan Pasar Tradisional Terpadu, sempat menyuntikkan harapan baru bagi pedagang untuk kembali berjualan di lokasi mereka semula. Hanya saja, Humas Persatuan Pedagang Pasar Dinoyo, Khusaini ketika dikonfirmasi terpisah masih ragu keruwetan proses penyelesaian addendum PKS serta pembebasan lahan akan segera berakhir. ‘’Dulu ketika pedagang digeser ke TPS, kami diam dan terima. Terus ternyata ketahuan proses pembangunannya terlambat, tapi kami masih diam. Sekarang pembangunan sudah di depan mata kami tak mau diam, harus dilanjutkan,’’ ungkap Khusaini. Ia meminta dewan, pemkot, investor dan pengembang bisa segera duduk bersama menyelesaikan semua masalah, baik itu addendum PKS maupun pembebasan lahan milik pedagang. Percepatan penyelesaian masalah pembangunan Mall Dinoyo City dan Pasar Tradisional Terpadu, kata dia, sangat menentukan nasib pedagang ke depan. ‘’Yang terkatung-katung ini bukan seratus atau dua ratus pedagang. Ada 1.300 pedagang berharap bisa kembali berdagang di pasar tradisional Dinoyo,’’ tegas Khusaini. Ia memohon semua pihak yang terlibat mengesampingkan ego dan mulai memikirkan ribuan pedagang beserta anggota keluarganya yang harus dinafkahi. Karena itu peletakan batu pertama Mall Dinoyo City beberapa waktu lalu harus dilanjutkan dengan percepatan pembangunan. Bagi Khusaini dan anggota Persatuan Pedagang Pasar Dinoyo, revitalisasi Pasar Tradisional Terpadu di atas lokasi berdagang mereka yang lama adalah satu-satunya harapan bertahan di tengah gempuran modernisasi Malang. ‘’Kami tak bisa menolak Pasar Tradisional Terpadu, itu satu-satunya opsi agar bertahan dan tetap eksis berjualan di Malang,’’ tambahnya. Seperti diberitakan Malang Post, proses pembahasan addendum PKS dan pembebasan lahan di siteplan Mall Dinoyo City masih buntu. Investor, pengembang dan pemkot masih ”digandoli” dewan serta pemilik toko yang belum dibebaskan lahannya. Negosiasi masih terus berlanjut hingga berita ini diturunkan. (fin/avi) |
| Arema - PersemaWaspada Lini Tengah 25/05/2013 MALANG POST - Pertarungan Arema Indonesia kontra Persepam Madura United semakin dekat saja. Kedua tim sudah saling menganalisa kekuatan, untuk meracik strategi jitu demi kemenangan di Stadion Ge [ ... ] |
Arema - PersemaOptimis Tanpa Kendala Teknis 25/05/2013 MALANG POST - Menghadapi Persepam Madura United, Minggu (26/5) besok, tim Arema Indonesia sudah tidak lagi dipusingkan dengan lapangan stadion. Pasalnya, rumput Stadion Bangkalan jauh berbeda dengan r [ ... ] |
| KriminalBapak Cabuli Anak Tiri 25/05/2013 SINGOSARI– Kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di wilayah Kabupaten Malang, masih cukup tinggi. Kemarin, seorang bapak warga Desa Segaran, Singosari, dijebloskan ke dalam tahanan Mapol [ ... ] |
KriminalBerseragam Polisi, Embat Motor 25/05/2013 MALANG- Setelah beberapa waktu lalu terjadi di parkiran RSSA Malang, penipuan sepeda motor bermodus mengenakan seragam polisi kembali terjadi. Kali ini menimpa Arif Wibowo, 32 tahun, warga Jalan Merga [ ... ] |
| OlahragaWO, OFC Tetap Promosi ke Divisi I 25/05/2013 KOTA BATU – Sikap kurang sportif ditunjukkan kesebelasan OFC dalam lanjutan penyisihan Grup A Kompetisi Divisi II Pengcab PSSI Kota Batu. Itu karena sore kemarin, mereka tidak [ ... ] |
OlahragaSeharusnya Metro FC Menang 24/05/2013 KEPANJEN – Pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama antara Persekam Metro FC kontra Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore kemarin sempat diwarnai sedikit kericuhan. Ratusa [ ... ] |
| Mulai Dirijiki |
| Kana : Panwas karo Satpol PP mulai ngerijiki alat peraga cawali bes Ebes : Oyi jes, soale durung wayahe kampanye Kana : Poro calon ancene manfaatno waktu kanggo ngenalno awake Ebes : Oyi tapi ojok sampe ngelanggar aturan, kanyab sing masang baliho sak karepe ewed, ganggu keindahan. (***) |
Oleh Akhmad Fakhrur Rouzi *) |
| Tak Permasalahkan Status Adjie Pangestu AKTOR Adjie Pangestu tampaknya kini kembali menemukan tambatan hati. Setelah rumah tangganya p [ ... ] |