Bank Sampah Malang Hadir di Smartphone Nasabah

 
MALANG - Bank Sampah adalah bisnis sosial masa depan. Mengapa disebut bisnis sosial masa depan? Sebab, masalah sampah adalah masalah yang dihadapi oleh semua negara dan jumlah sampah yang tiap tahun semakin meningkat menjadi masalah serius yang harus ditemukan solusinya. Maka, di berbagai  negara, para ahli maupun kelompok masyarakat berlomba-lomba melakukan berbagai usaha untuk menemukan jalan terbaik  dalam upaya pengelolaan sampah. 
Hari ini, dikenal ada beberapa metode yang digunakan untuk menangani semakin besarnya volume sampah yang dihasilkan, baik sampah rumah tangga maupun sampah non-rumah tangga. Diantaranya adalah metode-metode penghancuran sampah di tempat pembuangan akhir agar penggunaan lahan efisien. Ada pula metode untuk mengurangi volume sampah terbuang dengan daur ulang sampah. Daur ulang sampah secara faktual sangat efektif untuk mengurangi sampah terbuang dan berkontribusi mendorong kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. 
Persoalan yang muncul kemudian adalah bagaimana agar proses daur ulang sampah itu memiliki nilai tambah bagi masyarakat secara luas. Khususnya dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selama ini, sampah yang bisa didaur ulang atau sampah guna ulang hanya dipungut dari tempat pembuangan akhir sampah. Hal ini mengakibatkan beban pengelolaan sampah menumpuk di titik pembuangan akhir. 
Salah satu strategi yang dikembangkan kemudian adalah melakukan distribusi pengelolaan sampah sekaligus memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat. Maka, dikembangkanlah Bank Sampah. Bank Sampah merupakan salah satu unit rantai pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Dimana, setiap keluarga memiliki potensi mendapatkan tambahan penghasilan dari “sampah bisa guna ulang” yang mereka pilah dari sampah mereka sendiri. 
Model pengelolaan berbasis pemberdayaan masyarakat ini juga diadopsi oleh Pemerintah Kota Malang. Kota Malang mengembangkan Bank Sampah dan diberi nama Bank Sampah Malang. Dengan volume sampah lebih dari 600 ton per hari dengan sampah kering mencapai lebih dari 30%, potensi sampah guna ulang sangat tinggi, mencapai 100-200 ton per hari.
Bank Sampah merupakan bank yang menerima tabungan dalam bentuk sampah yang bisa didaur ulang atau guna ulang. Sampah yang bisa didaur ulang misalnya: aneka botol, aneka kertas, glangsing, aneka peralatan berbahan plastik, aki, besi, maupun logam lainnya. Setiap orang atau setiap rumah tangga bisa mengumpulkan sampah bisa guna ulang atau bisa didaur ulang dan dijual ke Bank Sampah. 
Melihat perkembangan dan masa depan strategis Bank Sampah,  dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang, Nur Hayatin, merasa perlu untuk mendukung kemajuan dan membantu akselerasi Bank Sampah Malang.  Nur Hayatin pun menginisiasi program pengembangan aplikasi layanan dalam jaringan (online) untuk nasabah Bank Sampah Malang dengan membangun kemitraan strategis antara Direktorat Penelitian dan Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang (DPPM-UMM), Kemenristek-Dikti dan Bank Sampah Malang dengan melibatkan tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.
Program ini berupa pengembangan aplikasi berbasis telepon pintar dengan sistem operasi android yang bisa dimanfaatkan oleh nasabah Bank Sampah Malang untuk mengecek harga item-item sampah guna ulang, jadwal pengambilan sampah guna ulang serta saldo yang dimiliki oleh nasabah.  Selain aplikasi berbasis android, program ini juga mengembangkan sistem SMS gateway atau berbasis pesan SMS untuk melayani warga yang tidak menggunakan telepon pintar. “Aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh semua nasabah Bank Sampah Malang secara gratis,” demikian Nur Hayatin sebagai inisiator sekaligus ketua tim pengembangan aplikasi.        
Untuk sosialisasi tahap awal kepada nasabah, pada Sabtu, 22 Juli 2017 lalu di lobi Bank Sampah Malang, tim pengembangan aplikasi melakukan pelatihan implementasi aplikasi  untuk nasabah yang diikuti oleh para kepala unit Bank Sampah Malang. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada nasabah bagaimana cara mengunduh, melakukan registrasi, dan memanfaatkan secara optimal aplikasi yang telah dikembangkan. Selain itu, tim pengembangan aplikasi juga meminta masukan dari para nasabah untuk pengembangan aplikasi versi lebih lanjut.   
“Kami akan berusaha untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam fitur-fitur yang disajikan dalam aplikasi. Sehingga, informasi-informasi atau layanan-layanan yang dibutuhkan oleh nasabah bisa ditambahkan kedalam aplikasi, sejauh itu memungkinkan. Hal ini bertujuan untuk semakin memudahkan nasabah Bank Sampah Malang sehingga para nasabah mendapatkan layanan yang prima layaknya layanan perbankan,” demikian tutup Nur Hayatin. (adv/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...