Tingkatkan Kualitas Jurusan BK di Seluruh Indonesia


MALANG – Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (BK FIP UM) mengadakan Seminar dan Lokakarya nasional (Semiloka) dengan tema Revitalisasi Laboratorium dan Jurnal Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum Bimbingan dan Konseling Berbasis (KKNI). Semiloka yang digelar di Hotel Atria, 4-6 Agustus ini, diikuti oleh 200 peserta dari 74 Perguruan tinggi se Indonesia.
Ketua Jurusan BK FIP UM, Dr Adi Atmoko MSi mengatakan, semiloka ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jurusan atau program studi BK di seluruh Indonesia. Kualitas yang dimaksud bukan hanya Sumber Daya Manusia-nya, namun juga kualitas program-program di dalamnya.
Adi menyebutkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas dari program BK. Pertama adalah laboratorium. Menurut Adi, kualitas laboratorium ini perlu lebih ditingkatkan. Untuk menggenjot kualitas laboratorium BK salah satunya dengan meningkatkan daya gunanya. “Selama ini sudah baik, namun memang masih perlu difungsikan lagi, terlebih untuk program tridarma pendidikan tinggi,” jelas dia.
Faktor kedua adalah peningkatan publikasi ilmiah. “Publikasi ilmiah ini penting, untuk mengetahui kualitas ukuran suatu program studi. Semakin banyak karya yang terpublikasi dan terindeks, akan menunjukkan kualitas para SDM-nya,” terang dia.
Yang tak kalah pentingnya, untuk meningkatkan kualitas adalah adanya standarisasi hingga konsentrasi yang harus dimaksimalkan dan menjadi tuntutan. “Agar keberlangsungan BK diakui. Standarisasi akreditasi Prodi dan data BAN PT sangatlah diperlukan. Dari jumlah prodi BK 184, hanya 10 persen akreditasi A, sebanyak 40 persen akreditasi B, dan sisanya akreditasi C. Itu masih kurang menunjukkan standar kualitas maksilmal prodi BK,” kata dia.
Sementara itu, Dekan FIP, Prof Bambang Wiyono, M.Pd mengatakan, adanya standarisasi ini membutuhkan kerjasama seluruh elemen SDM yang berada di lingkungan ini. Kerjasama dan sinergitas ini diperlukan untuk segera menyetarakan standarisasi jurusan BK, agar seluruhnya bisa memeroleh akreditasi A.
“Untuk diakui seluruh masyarakat keberadaannya. Standarisasi BK untuk mendapatkan akreditasi A memang sangat dibutuhkan. Itu agar keberadaan BK terlaksana,” pungkasnya.
Dalam Semiloka ini juga dilakukan MOU, antara Jurusan Psikologi UM, dengan perguruan tinggi yang hadir untuk berkomitmen meningkatkan kualitas jurusan BK dengan cara-cara yang sudah dipelajari dan disepakati bersama. (sin/adv/nda)

Berita Lainnya :