Pakde Karwo Promosikan Jawa Timur di Eropa

 
Investasi asing di Jatim terus digenjot. Karena itulah Gubernur Jatim Soekarwo berusaha keras menarik calon pemodal dari kawasan Eropa, yakni di negara Italia, Jerman dan Rusia. Usaha itu dilakukan Pakde Karwo dengan melakukan road show selama 10 hari di ketiga negara di kawasan Eropa tersebut.
‘’Silahkan membawa teknologi dan transfer of knowledge di bidang bisnis kulit dan tekstile yang menjadi keahlian Italia,’’ ajak Pakde Karwo di depan para pengusaha Milan Italia di acara Bisnis Meeting di Hotel Hilton di Luigi Galvani 12 Milan Italia, akhir pekan kemarin. 
Tidak itu saja. Di depan pebisnis Italia Pakde Karwo juga menawarkan industri fashion, binis logam, elektronik, furniture, dan teknologi pertanian. Bahkan, bidang pariwisata yang dinilai bisa memberikan sumber dana cepat.
Sebagai jaminan investasinya di Jatim, Pakde Karwo memberikan empat jaminan, yaitu ijin satu pintu investasi asing maksimal 17 hari dan dalam negeri 11 hari, ketersedian listrik, tenaga kerja terampil, dan penyediaan lahan. 
‘’Selain itu, soal keamanan dalam tiga tahun terakhir Jatim memperoleh penghargaan sebagai provinsi paling aman. Sekaligus sebagai barometer keamanan nasional. Kemudian perizinandi kabupaten/kota yang sebelumnya menyulitkan investasi juga telah ditiadakan,’’ ucapnya meyakinkan.
Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo menjelaskan kondisi ekonomi Jawa Timur diharapkan lebih menarik pengusaha Italia. Misalnya, makro ekonomi Jatim dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional sehingga ekonomi provinsi ini dinamis. PDRB Jatim didukung sektor industri pengolahan 28,97 persen, perdagangan 17,94 persen dan pertanian 14,1 persen on farm. 
Usia melakukan pertemuan bisnid di Milan Italia, Pakde Karwo dan rombongan menuju Berlin, Jerman. Diharapkan pengusaha Jerman memanfaatkan hubungan baik Jawa Timur dan Jerman, terutama melalui peningkatan kerjasama bidang trade, tourism, and investment (TTI). 
‘’Promosi TTI yang kami lakukan, saat ini, sebagai apresiasi atas peran para pengusaha Jerman dalam mendukung ekonomi Jatim,’’ beber Pakde Karwo saat memberi sambutan di acara Bisnis Meeting dengan pengusaha Jerman, di Hotel Kempinski Bristol, Berlin, Jerman, Rabu (2/8) lalu.
Posisi ekonomi Jerman bagi Jatim, lanjut Pakde Karwo, semakin penting. Pada tahun 2016 lalu, misalnya, investasi Jerman menduduki ranking delapan untuk investasi di sektor sekunder sebesar US 144,5 juta, sektor tersier US 10,9 juta, dan sektor primer US 1,3 juta. 
Sektor primer terutama meliputi industri logam, mesin, dan elektronik. Sektor tersier terdiri dari perdagangan, reparasi, dan konstruksi. Sedangkan, sektor primer meliouyi tanaman pangan dan perkebunan.
Sedang jumlah wisatawan Jerman, tahun 2017 Januari sampai April tercatat 701 orang. Berbagai daerah tujuan  yang dikunjungi a.l. Gunung Bromo, Kawah Ijen, dan Pantai Plengkung untuk surfing.
Sementara itu, dalam sambutannya, Dubes RI di Berlin Fauzi Bowo menjelaskan, Jawa Timur menjadi provinsi yang leading.  Bukan hanya reformasi regulasi, tetapi juga ekonomi Indonesia. ‘’Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur juga selalu lebih tinggi dibanding rata-rata ekonomi nasional,’’ kata Fauzi didampingi  Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi Dhani Eko Wibowo.
Hadir dalan kegiatan bisnis meeting ini  CEO Allner Medical Tillo Allner, senior health manager Bayer, Tobias Helmstorf; managing director German Health Partnership, Alexander Boxler; Vice President of Government Affairs Siemens, Hans Peter Bohm; Ceo perusahaan Hellmering Kohne and Co, Wolfgang Kohne.
Lawatan bisnis rombongan Pakde Karwo diakhiri di Rusia. Investasi perusahaan Rusia Rosneft Oil Company di Tuban Jawa Timur senilai US 10 milyar. Dan sampai kini masih on the right track. Tahapan-tahapan yang harus dilalui, seperti feasibility study (FS) dsn penyusunan basic design  atau engineering sejauh ini sesuai rencana.
Kepastian ini disampaikan Head of Refinary and Petrochemical  Joint Projects Development Department,  Alexander Zubchenko dan Market Expert Vladimir Zhiryakov saat pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo di ruang Goncharova, di Hotel Intercontinental Moskow. 
Tahun 2014, lanjutnya, direncanakan operasional kegiatan sudah beroperasi. 13 ribu pekerjaan akan tercipta untuk para generasi muda, khususnya Jatim, dari investasi gabungan antara PT Pertamina dan perusahaan ini.
Pekerjaaan-pekerjaan yang akan tercipta dari investasi ini, tambah Alexander, diantaranya engineering dan layanan kesehatan. Untuk itu, bersama Pertamina, perusahaannya juga akan memberikan pelatihan-pelatihan. ‘’Kami ada untuk masyarakat, terutama generasi mudanya,’’ tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim menghadiri acara Bisnis Forum Rusia-Indonesia di Hotel Inter Continental Hotel Moskow yang diseleggarakan KBRI Moskow bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan RI dan Business Council Rusia-Indonesia. Hadir dalam kegiatan ini 300 undangan pengusaha Rusia dan Indonesia, serta pejabat pemerintah. (humas/has/adv)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :