Aturan Baru PPDB Jadi Solusi Macet

 
MALANG - Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Teguh Puji Wahyono SE, MM menggelar reses II di dapilnya, Lowokwaru, Kamis (31/5). Ia memberikan  penjelasan tentang pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SD dan SMP di Kota Malang. 
Teguh menjelaskan, pada PPBD tahun ini terbagi dalam kuota 60 persen untuk sistem kewilayahan (zonasi) dan 35 persen untuk kuota sistem reguler. Lalu sisa lima persen untuk jalur umum dari luar Kota Malang.
“Dari kuota 60 persen tersebut dibagi dua. Sebanyak 30 persen untuk masyarakat yang kurang mampu. Sehingga bisa sekolah di sekolah negeri,” terangnya. 
Politisi Gerindra ini melanjutkan, jalur wilayah zonasi dibagi lagi menjadi dua. Kuota 60 persen jalur zonasi dibagi menjadi 30 persen untuk sistem koordinat, berjarak 500 meter dari sekolah warga miskin bisa langsung masuk tanpa melihat nilai dan untuk warga mampu berjarak 200 meter dari sekolah. 
Lebih lanjut Teguh menjelaskan, zonasi wilayah tersebut membantu mengurangi kemacetan di wilayah Kota Malang.
“Kalau misalnya warga itu tinggal di Sukun, dia tidak perlu jauh-jauh sekolah di wilayah Kecamatan Lowokwaru yang bisa membuat arus lalu lintas semakin padat,” bebernya. 
Pihaknya berharap, dengan adanya sistem baru ini, bisa membantu masyarakat yang tidak mampu di Kota Malang untuk menempuh pendidikan.
Dia menambahkan, salah satu acuan PPDB yakni Permendikbud No 14 Tahun 2018. Dalam aturan tersebut mengatur cukup detail. Sehingga, masyarakat Kota Malang memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan yang layak di kotanya sendiri. (tea/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...