magista scarpe da calcio Mengembalikan Jati Diri Indonesia lewat Pembangunan Karakter Anak


Mengembalikan Jati Diri Indonesia lewat Pembangunan Karakter Anak

MALANG – Pesatnya kemajuan teknologi membawa perubahan cepat di berbagai aspek kehidupan, baik dalam arti positif maupun negatif. Salah satu yang menonjol adalah berkurangnya interaksi sosial secara fisik, yang selama ini menjadi jati diri Indonesia. Anak-anak kini tidak mengenal lagi teman-temannya secara fisik. Mereka berinteraksi melalui piranti teknologi bernama gadget. Tentu hal itu mengurangi esensi manusia dan kemanusiaan secara sosial. Padahal, kebersamaan, guyub rukun dan gotong royong secara fisik sudah menjadi warna bagi Indonesia selama ini.
Kemajuan teknologi memang sebuah keniscayaan. Tapi perlu dipikirkan juga bagaimana tetap menjaga keindonesiaan yang hakikat. Anak-anak boleh mengeksplore dan memanfaatkan kemajuan teknologi, tapi mereka juga harus tetap mengenal lingkungan sosialnya.
Berangkat dari pemikiran itulah, putra asli Malang bernama Arie Aripin, yang selama ini tinggal di Florida, Amerika Serikat dan kini menetap di Kuala Lumpur, Malaysia, bertekad mengembalikan keindonesiaan itu melalui pembangunan perusahaan playground, yang produknya diyakini mampu membentuk karakter anak untuk kembali kepada jati diri, sebagaimana program revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi.
Menurut Arie Aripin, pada kesempatan bertemu Presiden Jokowi di KBRI Malaysia di Kuala Lumpur, beberapa waktu lalu, Presiden memintanya untuk kembali ke Indonesia dan ikut membangun negeri. Spirit dari kepala negara itu tak disia-siakan Arie Aripin. Ia pun segera mendirikan perusahaan berlabel PT Pro Landscape Indonesia. Dengan kesigapannya pula, Arie -demikian ia akrab disapa- langsung bergerak cepat dan menjadi konsultan tata kota, sekaligus penyedia playground equipment bertaraf internasional.
Dan dalam waktu relatif singkat, sejumlah prestasi pun ditorehkan. Tangan dingin Arie Aripin pun ikut menghantarkan sejumlah kota dan provinsi mendapatkan predikat "Kota Layak Anak", seperti Kota Malang dan Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Kota-kota lain yang mendapat sentuhannya juga mendapat predikat senada, seperti Kota Batu sebagai Kota Wisata ramah anak, Bali sebagai provinsi ramah anak (lewat pembangunan playground di kawasan Renon), revitalisasi Alun-alun Kabupaten Purworejo juga diproyeksi ramah anak, Kota Lubuk Linggau, dan Solo.
Khusus untuk Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Arie Aripin yang disupport salah satu perusahaan raksasa, berhasil menyulap kawasan Kalijodo menjadi area playground yang paling digemari anak-anak dan orang tua, hingga mendongkrak DKI masuk sebagai 15 kota inovasi dan ramah anak kelas dunia.
Kalijodo kini menjadi ikon bagi playground yang baik. Melalui program RPTRA, Arie kini menyiapkan sekitar 100 playground di DKI dan puluhan kota lain di Tanah Air.Yang pasti, playground yang diproduksi dan dikelola perusahaan milik Arie ini bersertifikasi international, 5 years waranty. Selain itu juga ada asuransi, sebagai bukti bukan playground biasa. (red/nug)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top