Dihadiri Gus Nizam, Pencipta Syi’ir Tanpa Wathon


MALANG -  Berbagai persiapan terus dimaksimalkan menjelang pelaksanaan “Gelora 171717 dan Doa Bersama untuk Indonesia yang Lebih Kasih Sayang” di Hotel Ijen Suites Malang,Kamis (17/8/17) besok. Kegiatan ini akan dihadiri 1.717 peserta dari berbagai unsur dan komponen masyarakat serta jajaran TNI dan Polri serta Forpimda Malang Raya.
Sekretaris PD XIII GM FKPPI Jatim Didik Prasetiyono menyatakan,  kegiatan yang baru kali pertama digelar di Malang ini dikemas khidmat dan mengesankan. Kepada 1.171 undangan dan hadirin akan dibagikan bendera merah putih, sehingga kegiatan yang bertepatan peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI ini semakin sakral.
“Nuansa  warna kebangsaan merah putih memang sangat dominan.
Terlebih kegiatan ini sekaligus  untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan bentuk syukur atas peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI,’’ paparnya kepada Malang Post kemarin.
Dia menambahkan, KH Mohammad Nizam As-Shofa, pengasuh Pondok Pesantren Ahlus-Shofa Wal-Wafa, di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo akan menghadiri kegiatan akbar ini. Guz Nizam, sapaan akrabnya,  merupakan pencipta syi’ir  ‘Tanpa Wathon’ yang kerap terdengar di banyak musala dan masjid. Bahkan, di banyak pengajian dengan ribuan jamaah, syi’ir yang menyentuh hati ini selalu dikumandangkan.
Didik Prasetiyono menuturkan,  syi’ir Tanpa Wathon ini sudah diciptakan Gus Nizam sejak 2004 silam. Namun, syi’ir ini mulai populer sejak wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), karena dikira syi’ir ini adalah karya Gus Dur dan dinyanyikan oleh mantan Ketua Umum PBNU tersebut. ”Suara Gus Nizam memang sangat mirip dengan suara Gus Dur. Namun syi’ir itu adalah asli karya Gus Nizam. Karena itu, kami berterima kasih kepada Gus Nizam  yang sudah menyatakan berkenan  hadir dalam kegiatan ini,” papar Didong, sapaan akrabnya.
Gelora 171717 dan Doa Bersama untuk Indonesia yang Lebih Kasih Sayang digagas oleh Mabes TNI, Kodam V/Brawijaya, PD XIII GM FKPPI Jatim, insan pers serta mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Termasuk  jajaran Forpimda, keluarga besar TNI dan Polri, FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama), organisasi keagamaan, organisasi pemuda, organisasi kemasyarakatan, media massa dan sebagainya. Para budayawan juga menyatakan siap hadir dan menyukseskan kegiatan ini.
Doa bersama akan diikuti oleh unsur TNI, Polri, tokoh agama, organisasi masyarakat, santri, pelajar, mahasiswa dan veteran. Semuanya melebur menjadi satu.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan Indonesia lebih baik lagi. Sehingga selalu terjalin kedamaian antar umat beragama, suku dan ras di  tanah air. Terlebih kegiatan  Gelora 171717 dan Doa Bersama ini  wujud kecintaan berbagai  pihak  terhadap tanah air Indonesia yang lebih harmonis dan aman untuk ke depannya,” pungkasnya.(nug)

Berita Lainnya :

loading...