Tiga Mahasiswa UM Bawa Pulang Dua Prestasi NUDC

 
MALANG – Tiga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengukir prestasi terbaik dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) 2017 di Semarang. Ketiganya menjadi juara dalam Debat Bahasa Inggris tingkat nasional NUDC 2017.
UM menyabet dua predikat juara, yakni, (First runner up) dan 1st Winner Essay Writing dalam National University Debating Championship (NUDC) 2017 .
Juara pertama, kategori 1st Winner Essay Writing diraih oleh Eka Larasati Oktaviani (Mahasiswa PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan UM). Sedangkan, dua mahasiswa lainnya, berhasil meraih predikat juara kedua, Lisa Ramadhani H (Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra UM, dan Feri Kurniawan (Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti di Universitas PGRI Semarang, 3-8 September kemarin.
Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, Dr. Samsul Hadi mengatakan, ini debut UM menjuarai ajang ini setelah10 tahun tidak pernah meraih juara. “Kami sudah 10 tahun tidak meraih juara ini. Tapi selalu mengirimkan tim untuk ini,” jelas dia.
Samsul berharap keberhasilan mahasiswanya yang bisa kembali memenangkan kompetisi ini bukanlah prestasi terakhir. “Akhirnya Setelah melewati 9 tahapan mereka berhasil menghadapi peserta dari 112 Perguruan Tinggi se Indonesia, dengan jumlah peserta 336 mahasiswa,” terangnya.
Dia bangga melihat penampilan dari ketiga mahasiswanya tersebut. Samsul mengatakan, dalam ajang ini, ada beberapa kriteria penilaian. Diantaranya, memiliki kredibilitas dan bisa berkomunikasi dengan baik dan aktif. Tidak hanya berdebat tetapi juga menjadikan debat sebagai sesuatu yang bermanfaat dan menarik.
“Debat berlatih untuk mendengar dan menghargai pendapat orang lain. Selain itu juga menerima perbedaan pendapat dan mengajarkan bagaimana kita menyampaikan ide-ide yang baik,” jelasnya.
Dengan adanya keberhasilan ini, ia pun akan semakin mendukung Unit Kerja Mahasiswa (UKM) yang menggaungi mahasiswa berbahasa Inggris, yakni Valiant. “Memang mereka sudah digembelng dengan adanya UKM itu. Itu adalah komunitas bahasa Inggris yang saya rasa sangat positif. Nantinya, saya minta, mahasiswa dan pengurus bisa terus mengoptimalkan UKM itu.” jelasnya.
Bagi peserta yang berhasil menjadi juara akan diberi bantuan dana pembinaan dan berhak mendapatkan tiket kompetisi Internasional World Universities Debating Championship (WUDC) yang akan berlangsung pada akhir Desember 2017 mendatang di Meksiko. (sin/aim)

Berita Lainnya :