magista scarpe da calcio Direktur Polinema Target Naik Peringkat dan Akrediasi A


Direktur Polinema Target Naik Peringkat dan Akrediasi A

 
MALANG - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melantik Drs. Awan Setiawan MM menjadi Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Rabu (4/10) kemarin. Pelantikan digelar di Auditorium Kemenristekdikti Lt. 2 di Jakarta. 
Usai menunaikan momentum sakral itu, Mohamad Nasir berpesan, agar para Direktur yang dilantik berkerja keras untuk meningkatkan kualitas kualitas dosen dan mahasiswa. Untuk dosen didorong agar meningkatkan publikasi ilmiah. Dan untuk mahasiswa agar bisa difasilitasi lewat kerjasama dengan dunia industri.
“Agar kampus atau Politeknik itu bisa maju cepat, jangan buat aturan yang ribet sulit, buat yang dinamis saja,” pesannya.
Awan merespon baik pesan M Nasir. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Pembantu Direktur IV Bidang Kerjasama ini menargetkan, Polinema yang peringkat empat di antara Politeknik nasional, tahun 2018 mendatang bisa naik peringkat 2. Tidak hanya itu, tahun 2019 mendatang, harapannya akreditasi Polinema bisa mendapatkan nilai A.
”Saat ini Polinema baru peringkat empat jauh tertinggal dari PENS yang peringkat satu. Tahun 2018 mendatang kita targetkan bisa peringkat dua, syukur kalau bisa mencapai peringkat satu,” bebernya.
Awan menilai, Polinema saat ini lemah dalam sistem informasi manajemen (SIM). Sistem informasi yang disediakan masih parsial. Misalnya informasi dari masing-masing jurusan yang tidak semua terhubung dengan informasi kampus.
“Ke depan akan kita benahi itu, sebab PENS unggul dari kita karena SIM-nya sudah tertata dengan bagus,” bebernya. Selain itu juga bakal ada penataan ulang struktur Organisasi dan Tata Kelola (OTK). 
Upaya lain yang bakal ditempuh yakni mendorong para dosen menempuh pendidikan doktor. Sebab saat ini baru ada 60 doktor, dari 380 dosen yang ada di Polinema. 
“Sebetulnya, jumlah doktor yang ada di Polinema terbanyak di Indonesia, namun kami marasa belum cukup, karena belum ada setengah dari jumlah pendidik yang ada,” ungkapnya. 
Bagi dosen yang memungkinkan menempuh beasiswa, kata Awan, akan didukung untuk menempuh beasiswa. Misalnya lewat jalur LPDP, juga bisa lewat Kemenristekdikti. 
Bagi yang sudah tidak memungkinkan mendaftar beasiswa karena faktor usia juga, akan diberikan fasilitas full oleh kampus. Namun, prosesnya melalui mekanisme seleksi. 
“Program itu sebetulnya sudah ada di masa Pak Tundung (Direktur Polinema sebelum Drs Awan Setiawan MM), namun jumlahnya masih kecil, antara empat hingga lima saja. Nah kali ini jumlahnya kita tambah 15-20 orang,” tekadnya. 
Untuk dosen yang sudah proses studi doktor on going, juga bakal diberikan bantuan pembiayaan. Seluruh dosen, kata pria yang pernah menjadi Kepala Jurusan (Kajur) Teknik Elektro ini, didorong untuk giat penelitian dan juga pengabdian. Sehingga bisa menambah jumlah publikasi yang ada di kampus. 
Selanjutnya, terang pria yang saat ini proses menuntaskan studi Doktor di Universitas Brawijaya (UB) itu, memaksimalkan potensi mahasiswa. Menurutnya, seringkali mahasiswa Polinema ikut lomba-lomba namun belum maksimal. Sehingga ke depan harus dimaksimalkan.
"Karena itu nanti kita juga ingin menjaring siswa prestasi dalam berbagai bidang, misal olahraga, seni juga tentunya bidang akademik. Misalkan nanti ada olimpiade se-Jatim, bisa ada pembinaannya, demikian juga ada event olahraga bisa juga ada pembinaannya," terangnya. 
Sementara itu, Direktur yang menjabat sebelumnya, Dr Ir Tundung Subali Patma MT berpesan, agar program-program yang baik dan bisa menopang perkembangan Polinema tetap bisa dilanjutkan. Misalnya upaya mendukung para dosen dalam bidang penulisan buku, penelitian hingga studi doktor.
Pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Polinema dua priode itu, mengaku ada kekurangan. Baik dari fasilitas kampus juga termasuk capain akreditasi kampus. ”Saya benar-benar berharap, akreditasi Polinema mendatang bisa berubah dari B menjadi A,” jelasnya. 
Menurut Tundung, kunci yang utama agar dapat membawa Polinema adalah, kerukunan, kekompakan.
“Kalau tidak rukun dan kompak, ya mustahil bisa mendapatkan akreditasi A,” tandasnya. (adv/van) 

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top