Komunikasi Topeng Malangan Sangat Khas


MALANG - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo membuka Jatim Night Specta Carnival 2017, Sabtu malam (07/10). Gelaran karnaval jalanan ini dimasudkkan untuk meningkatkan kreativitas seniman dalam berseni membentuk karnaval atau arak-arakan di jalan.
Tidak hanya dari Jatim saja. Gelaran di Simpang Balapan Jl. Ijen ini, juga dihadiri peserta dari DI Jogjakarta dan Propinsi Riau.  Kegiatan  yang diselenggaran Pemprov Jatim bersama kab/kota tuan rumah ini  merupakan kali keempat. Sekaligus rangkaian kegiatan Hari Jadi Jatim ke-72 tahun 2017.
‘’Tema karnaval tahun ini yakni Pesona Topeng Nusantara. Dan tahun depan, karnaval ini akan diselenggarakan di Kabupaten Sumenep,’’ kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.
Menurut Pakde Karwo, karnaval budaya merupakan peristiwa besar. Karena mampu membangun keseimbangan antara kepentingan rasional dengan kepentingan cipta, rasa dan karsa.
Apalagi, di tiap 38 kab/kota se Jatim memiliki nilai budaya yang unik dan tersendiri. Contoh di pesisir terdapat kesenian, bagaimana mencari ikan atau saat panen raya ikan. “Rasa syukur kepada Tuhan YME diekspresikan menjadi suatu kebudayaan berupa seni tari atau seni ekspresif,’’ terangnya.
Ditambahkan, khusus Kota Malang sangat terkenal dengan budaya Topeng Malangan yang sangat berbeda dengan Topeng Panji. Topeng Malangan merupakan ekspresi dari yang memakai topeng, baik dari segi warnanya ataupun bentuknya. ‘’Cara berkomunikasi dari Topeng Malangan sangat khas saat menyapa semuanya dengan ramah. Ini adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan,’’ tukas Pakde Karwo.
Pada kesempatan yang sama, Walikota Malang H. M. Anton menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Jatim Specta Night di Kota Malang. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk penguatan jati diri serta kearifan lokal dalam pelestarisan budaya tradisional.
Selain itu, juga menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun manca negara, sehingga bisa menambah devisa. “Pengembangan seni budaya seperti ini harus terus digagas. Namun juga dibarengi dengan pengembangan sumber daya manusianya,’’ ungkap Abah Anton sapaan akrab Walikota Malang.
Sementara itu, tiga daerah memperoleh penghargaan dari Gubernur Jatim sebagai tiga penyaji terspecta tanpa jenjang. Yaitu Kab. Blitar, Kab. Nganjuk, dan Kab. Lumajang. Sedang sepuluh daerah memperoleh penghargaan Kepala Disbudpar Prov. Jatim sebagai penyaji terbaik tanpa jenjang diantaranya. Yakni Kab. Sidoarjo, Kab. Lamongan, dan Kab. Situbondo.
Peraih penghargaan sepuluh penyaji unggulan tanpa jenjang diantaranya Kota Kediri, Kota Mojokerto dan Kota Pasuruan. Untuk peraih penghargaan penyaji kereta hias terartistik diantaranya yaitu Kab. Blitar, kab. Nganjuk, dan Kab. Jombang.
Turut hadir dalam kegiatan karnaval ini  pimpinan dan anggota DPRD Kota Malang, Forkopimda Kota Malang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se Jatim dan para pinpinan OPD Pemprov. Jatim, serta seniman dan budayawan se Jatim . (humasprov jatim/adv)

Berita Terkait

Berita Lainnya :