Berorientasi Religius, Bentuk Karakter Siswa


 
MALANG - ADA perubahan di SMPN 3 Singosari dalam beberapa bulan terakhir. Terutama sejak Drs. Achmad Muzakin, M.Ag menjabat sebagai kepala sekolah pada bulan Februari 2017 lalu. Beberapa program baru mulai dilaksanakan terutama di bidang keagamaan. 
Sebab pria yang sebelumnya menjabat Kepala SMPN 1 Singosari ini bertekad membuat perubahan dibeberapa sektor. Utamanya menjadikan lingkungan SMPN 3 Singosari lebih religius. “Saya ingin suasana yang lebih religius yang berorientsi pada pembentukan karakter. Ini sudah saya tawarkan kepada guru-guru di awal saya masuk sekolah ini, dan mareka pun setuju,” katanya.
Perubahan yang tampak dimulai saat siswa masuk gerbang sekolah. Dengan salam, salim dan sapa, satu persatu siswa bersalaman dengan para guru yang menyambutnya. “Saat menyambut inilah guru bisa melakukan pembinaan dengan memberikan nasehat kepada siswa yang mungkin seragamnya tidak rapi atau rambutnya yang belum dipotong dan sebagainya,” ucap Muzakin. 
Dalam mendidik, lanjutnya, guru harus bisa melakukan pendekatan persuasif pada siswa. Caranya dengan menghindari sikap dan kata-kata kasar yang cenderung mengkerdilkan mental siswa. Sebab bagaimana pun sikap guru menjadi cerminan bagi peserta didiknya.
“Membentuk jiwa spiritual dan emosional anak tidak bisa dengan kekerasan. Harus dengan lemah lembut. Meskipun ketegasan itu perlu di saat-saat tertentu,” terangnya.  
Membiasakan salam di lingkungan sekolah juga perlu ditingkatkan. Tidak hanya dari siswa dan guru, tapi juga sebaliknya. Dengan demikian  tradisi salam semakin tertanam kuat sebagai ciri khas lembaga pendidikan yang mengedepankan pendidikan karakter.   
Selain itu, penguatan karakater di SMPN 3 Singosari juga ditunjang dengan program keagamaan yang lain. Seperti mengaji Alquran setiap pagi menjelang belajar yang selama ini telah berjalan dengan baik. Ditambah dengan salat berjamaah setiap hari dan istighotsah setiap Jumat akan semakin membuat siswa terbiasa dengan aktivitas keagamaan. 
Muzakin menambahkan program yang telah berjalan tersebut diharapkan mendapatkan dukungan dari orangtua. Salah satunya dengan cara memberikan arahaan dan binaan yang sama kepada anak saat berada di rumah.
“Kalau antara guru dan orangtua bisa sejalan, maka tentu proses pendidikan ini akan berhasil. Yaitu menjadikan anak yang tidak hanya pandai secara akademik, tapi juga dihiasi dengan karakter yang baik,” tuturnya. 
Ia yakin jika semua pihak dapat berkerjasama, maka program pendidikan yang dicanangkan demi SMPN 3 Singosari yang lebih baik, akan dapat berhasil.
“Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka Allah akan menunjukkan jalan terbaik. Itu janji Allah yang pasti ditepati,” pungkasnya. (imm/sir/van)

Berita Lainnya :

loading...