magista scarpe da calcio Program IbK UKWK Ciptakan Wirausahawan


Program IbK UKWK Ciptakan Wirausahawan

 
MALANG - Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) mendapat hibah Program Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK) oleh Kementerian Ristekdikti, sejak tiga tahun terakhir. Program tersebut untuk menumbuhkembangkan budaya kewirausahaan dan meningkatkan keterampilan mahasiswa yang berwiarusaha. 
Ketua Tim Pelaksana IbK UKWK, Dra. Anni Yudiastuti, M.P menjelaskan, mahasiswa yang tertarik mengikuti program ini harus diawali dengan mengikuti pelatihan kewirausahaan. Lalu membuat proposal usaha yang akan diseleksi dalam kompetisi dan pemenangnya akan mendapatkan bantuan fasilitas usaha.
“Pada tahap berikutnya mengikuti magang di industri mitra,” katanya. 
Selama magang, lanjut Anni, mahasiswa bekerja di perusahaan mitra untuk menyerap berbagai pengalaman praktik. Di antaranya memahami proses produksi dan kualitas produk yang dihasilkan.
“Selain itu mengenal metode yang dilakukan baik dari aspek teknologi maupun organisasi, mengenali pasar, memahami permasalahan yang dihadapi dan cara mengatasinya,” papar dia.  
Dari kegiatan magang tersebut kata Anni, sifat kreatif dan inovatif mahasiswa akan semakin berkembang. Setelah magang, mahasiswa yang lolos menjadi tenan akan mendapatkan bantuan modal untuk pengembangan usaha.
“Mahasiswajuga mengikuti kegiatan pendampingan dan konsultasi usaha secara berkala,” ujarnya. 
Metode pendekatan IbK dalam konteks pemberdayaan potensi entrepreneurship mahasiswa menggunakan metode Participatory Action Learning System (PALS).
“Melibatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran aktif dalam program kewirausahaan (entrepreneurship) secara alamiah dengan segala pendekatan sehingga membentuk suatu sistem interaksi pembelajaran secara partisipatif,” paparnya. 
Anni menjelaskan, metode tersebut menjadi keunggulan UKWK yang selama ini menekankan pada interaksi yang baik dengan para mahasiswa. Sehingga tenan mampu mengembangkan diri dan usahanya menjadi lebih baik. 
Lebih lanjut dipaparkan, program IbK ini menekankan pada bidang IPTEKS yang diimplementasikan dalam produk tenan meliputi lima aspek. Pertama, teknik produksi, kedua  teknik kemasan, ketiga teknik promosi, keempat pembuatan rencana bisnis dan kelima, memulai bisnis. 
Penyempurnaan program IbK dilakukan melalui pengembangan program kemitraan dan kerjasama dengan pelaku bisnis. Sehingga jalinan antara UKWK dengan para pelaku bisnis terbentuk dengan baik. 
Selain membentuk tenan, lanjut Anni, UKWK juga melakukan pengadaan infrastruktur rintisan Inwub mulai dari tahun 2015 sampai 2017. Sehingga para tenan mampu mempraktikan teori kewirausahaan secara nyata.
“Pengadaan infrastruktur tersebut meliputi pengadaan ruangan dan berbagai alat produksi dan pengemasan serta booth dan etalase untuk sarana penjualan produk tenan,” bebernya. 
Sampai pada tahun ketiga pelaksanaan IbK yakni tahun 2017, jumlah tenan yang terbentuk sebanyak 15 tenan (45 mahasiswa). Tenan-tenan tersebut telah menghasilkan berbagai produk kreatif di bidang kuliner. Di antaranya keripik kentang aneka rasa, brownies singkong, seblak instan, puding kelor dan sempol crispy yang menjadi favorit. 
Anni memaparkan, produk kuliner kreatif tersebut telah mengangkat kekayaan sumber daya lokal menjadi produk yang bernilai lebih. Selain bidang kuliner, tenan lain yang sukses memasarkan produknya yaitu sablon undangan dan kaos bertemakan racing serta aksesoris seperti sepatu, bros dan tas yang diminati pasar.
“Tenan-tenan tersebut menjadi rintisan UKWK untuk menghasilkan wirausahawan-wirausahan mandiri yang siap berkompetisi di masyarakat,” papar Anni. 
Sementara itu, Rosario Josephine Ilao, mahasiswa angkatan tahun 2014 yang menjadi tenan pada tahun pertama dengan produk puding kelor menyatakan bahwa program IbK  sangat bermanfaat.
Hal serupa juga dikemukakan oleh Jefri Albert Dadi, angkatan tahun 2014, tenan tahun kedua yang telah sukses mengembangkan sempol crispy(makanankekinian di kota Malang) danproduk lain (tahukrispy, pentolsetan ) dantelah membuka 4 cabang di Malang. 
“Manfaat yang dirasakan yaitu mengembangkan kreativitas dalam menciptakan peluang wirausaha dengan dibekali ilmu wirausaha yang bisa diaplikasikan secara nyata baik melalui pelatihan dan magang,” jelas Jefri Albert Dadi. (van) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :