Universitas Brawijaya Ciptakan Tradisi Prestasi


 
MALANG - Universitas Brawijaya (UB) berada di posisi ke tiga bidang kemahasiswaan versi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) pada tahun 2017 ini. Perolehan ini tidak terlepas dari prestasi-prestasi yang diperoleh UB dalam beberapa kurun waktu tertentu. Tidak hanya di tingkat nasional, mahasiswa UB juga mengukir prestasi di tingkat internasional.
Wakil Rektor III UB Prof Arief Prajitno berkata, UB saat ini sedang membangun reputasi sebagai sebuah perguruan tinggi berprestasi. Banyaknya prestasi yang diraih oleh mahasiswa UB menjadikan ini sebagai sebuah tradisi yang harus dilestarikan. 
Sebut saja prestasi di tingkat nasional seperti PIMNAS dan MTQMN XV yang menempatkan UB sebagai juara umum dan runner up pertama. Di tingkat internasional UB paduan suara mahasiswa atau Brawijaya Choir telah lima kali meraih juara. Tidak hanya itu, banyak mahasiswa UB melalui beragam inovasinya berhasil mendapat emas dalam berbagai ajang kompetisi internasional.
“Banyaknya prestasi yang diraih oleh mahasiswa UB tersebut menginisiasi kami untuk membangun reputasi UB menjadi sebuah kampus prestasi. Hal ini karena UB banyak mencetak beragam prestasi di bidang kemahasiswaan,” kata Prof Arief Prajitno dirilis Humas UB.
Salah satu wisudawan UB Periode IV jurusan teknik Mesin Fakultas Teknik, Achmad Syafi’udin berpesan agar seluruh mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan semua fasilitas yang telah disediakan oleh perguruan tinggi. 
Menurutnya, fasilitas seperti laboratorium bisa digunakan untuk menciptakan beragam inovasi aplikatif yang bisa diadu dengan perguruaan tinggi lain.
Achmad Syafi’udin sendiri selama menempuh kuliah di UB telah banyak mencetak beragam prestasi melalui inovasi yang dihasilkannya. Ada empat prestasi yang telah dihasilkannya semenjak dia masuk hingga lulus di UB.
Prestasi dan inovasi yang telah dihasilkannya yaitu pertama meraih medali emas dalam kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS) XXX di Makasar. Dalam kompetisi tersebut Syafi’udin bersama timnya membuat inovasi alat pendeteksi vaksin bernama X Factor.
Kedua Syafi’udin meraih juara II tingkat nasional pada Mechanical Innovation Design Contest berupa. Dalam kompetisi tersebut Syafi’udin membuat karya tulis berupa desain Crash Box untuk mengurangi frontal crash pada mobil pada saat kecelakaan.
Ketiga bersama tim meraih juara umum tingkat nasional di IPB melalui inovasi alat pemancar frekuensi kicauan burung untuk meningkatkan fotosintesis pada tanaman padi.
Sementara prestasi keempat yang diraihnya adalah meraih medali perak pada art creativity engineering exhibition 2017 di Aceh. Prestasi ini diraih melalui inovasi alat pendeteksi vaksin yaitu X Factor.
Tidak hanya itu, Syafi’udin juga memperoleh kesempatan untuk berangkat ke Singapura dalam Booth Camp Innovation. Dalam gelaran tersebut Syafi’udin masuk ke 3 besar tingkat nasional kompetisi yang diadakan oleh perusahaan BOSCH
Tidak hanya itu, Rektor UB dalam pidato di depan wisudawan juga menyebutkan sejumlah prestasi yang diraih oleh mahasiswa UB pada tahun 2017. Melalui sejumlah prestasi yang telah diraih tersebut, Rektor UB Prof M. Bisri berpesan agar semua capaian tersebut menjadi modal bagi mahasiswa dan institusi, khususnya wisudawan lulusan UB agar lebih percaya diri dalam memasuki dunia kerja untuk mendarma baktikan diri demi kepentingan nusa, bangsa dan agama. (*/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :