110 Peserta Semarakkan Fashion Show Batik

 
MALANG - Beragam cara dilakukan untuk melestarikan busana tradisional. Seperti ditunjukkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang yang menggelar Fashion Show Batik di area luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen, kemarin. Fashion Show diikuti 110 peserta ini menyemarakkan Hari Jadi ke 1257 Kabupaten Malang.
Event ini dibuka Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dan Ketua TP PKK Kabupaten Malang Hj Jajuk Rendra Kresna. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Malang Drs H M Sanusi MM, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Ir Didik Budi Muljono MT dan para pejabat serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Saat pembukaan itu, juga diwarnai dengan hiburan penampilan fashion show batik yang diperagakan para pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Satu per satu para pejabat berlenggak-lenggok di atas panggung cat walk. Dimulai dari peragaan busana batik Wabup Malang Drs H M Sanusi MM dan Sekda Kabupaten Malang Ir Didik Budi Muljono MT.
Mereka berdua memakai batik dinas kerja dan berlenggak lenggok di atas panggung cat walk, layaknya model profesional. Peragaan busana dari kedua pejabat ini sontak membuat suasana fashion show menjadi heboh. Beberapa pejabat lain serta para camat juga memperagakan busana batik yang dikenakannya di atas panggung.
Beberapa nama pejabat serta camat seperti Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Ir Wahyu Hidayat MM dan Camat Singosari Eko Margiyanto. Meski bukan pasionnya, para pejabat itu tampil layaknya model sungguhan. Setelah peragaan busana batik dari para pejabat itu,kemudian dilanjutkan peragaan yang sesungguhnya.
Satu per satu para peserta fashion show berlenggak-lenggok di atas panggung. Model yang cantik-cantik serta tampan ini memakai batik buatan asli dari Kabupaten Malang. Seperti batik Druju Kecamatan Sumbermaning Wetan dan Batik Singhasari. Balutan batik yang dikenakan para model ini kreatif dan bagus. Seperti Batik Druju berwarna biru serta bermotifkan bunga.
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna mengapresiasi terselenggaranya Fashion Show Batik tersebut. Lantaran bertujuan untuk mengenalkan beragam potensi batik yang ada di Kabupaten Malang. Apalagi Kabupaten Malang memiliki beragam jenis batik dengan ciri khas masing-masing daerah dan memiliki motif tidak kalah dengan batik dari Jawa Tengah.
"Seperti diketahui bersama, Kabupaten Malang memiliki beragam jenis batik. Maka dari itu, melalui event ini juga sekaligus mengangkat nama batik dari Kabupaten Malang," ujarnya. Dia melanjutkan, bahwasannya batik merupakan identitas bangsa. Lantaran batik sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia berasal dari Indonesia.
‘’Dunia sudah memberikan brand dan image yang tercipta bahwa batik merupakan milik Indonesia. Sebagai warga Indonesia, kita tidak hanya memelihara melainkan juga harus bisa memasarkan dan memakainya", terangnya.
Sementara itu, Kepala Disperandag Kabupaten Malang Nurcahyo mengatakan, fashion show ini diikuti peserta dari pelajar dan umum.
"Tujuannya untuk mengenalkan potensi batik dari Kabupaten Malang. Sekaligus supaya menjaga eksistensi batik supaya terjaga dengan baik. Apalagi batik sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia," ucapnya
Dia berharap melalui event semacam ini akan semakin menggairahkan dunia fashion show batik di Kabupaten Malang.
"Melalui event semacam ini, maka seluruh jenis batik di Kabupaten Malang akan mendapatkan ruang promosi. Sehingga para perajin batik dapat berkembang dengan baik dan batik buatan mereka semakin dikenal masyarakat luas," pungkasnya. (big/adv/lim)

Berita Lainnya :