Sinergi Wujudkan Jasa Transportasi Publik Terbaik


Foto : Dr Ya’qud Ananda Gudban

MALANG - Pengelolaan jasa transportasi di Kota Malang harus dilakukan secara baik demi kenyamanan dan kebutuhan warga. Namun demikian jangan sampai ada kebijakan yang merugikan penyedia jasa transportasi atau operator transportasi. Dialog antara pembuat kebijakan, akademisi, pengelola jasa transportasi dan perwakilan warga sangat penting.  
Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Kota Malang, Drs Abd Hakim menyikapi tentang pentingnya pengelolaan jasa transportasi di Kota Malang. “Bidang ini (pengelolaan jasa transportasi) sangat penting karena berkaitan dengan masyarakat luas. Selain itu sangat dibutuhkan oleh warga dan juga pengelola jasa transportasi itu sendiri,” jelas Hakim, sapaan akrab Drs Abd Hakim.
Bahkan lanjutnya, peyediaan dan pengelolaan jasa transportasi publik merupakan bagian dari pelayanan publik. Dinas Perhubungan harus menjadi pembuat regulasi dan melaksanakan regulasi demi terwujudnya penyediaan dan pengelolaan jasa transportasi publik.
“Demi pelayanan kepada masyarakat dalam bidang jasa transportasi, perlu kebijakan strategis yang mendorong terwujudnya pelayanan publik bidang transportasi yang memadai dan nyaman bagi warga,” jelas Hakim.
Dinas Perhubungan kata dia, juga harus mewadahi semua stakeholder bidang transportasi publik di Kota Malang. Contohnya angkutan kota (angkot) maupun taksi harus difasilitasi dan diperhatikan agar tetap memberi pelayanan prima kepada penumpang. Dinas Perhubungan harus mendorong pemilik angkot agar memperhatikan kondisi mobil. Layanan uji kir angkutan penumpang pun harus memberi pelayanan terbaik.  Sehingga dengan uji kir, kondisi angkot tetap prima.
“Pemilik dan pengemudi angkot maupun taksi pun harus diajak bicara. Mendengar aspirasi mereka lalu ditindaklanjuti. Pengemudi pun harus diberdayakan melalui program-program pembinaan,” paparnya. Tak hanya itu, Organda, akademisi dan penyedia jasa transportasi publik juga harus selalu diajak dialog.  
Muaranya lanjut Hakim,  angkot dan taksi tetap menjadi angkutan publik pilihan penumpang di Kota Malang. Sehingga mereka (pengemudi angkot dan taksi) bisa tetap bekerja dengan penghasilan yang memadai karena angkot dan taksi masih dilirik penumpang umum.

Berita Lainnya :