Sosialisasi Aturan Bangunan Gedung Secara Rutin


ESTETIKA: Bangunan gedung di Kota Malang harus memperhatikan keindahan dan kenyamanan kota.

Lebih lanjut Sugiarto mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terus mensosialisasikan regulasi tentang bangunan gedung di Kota Malang. Tujuannya agar warga mengetahuinya sehingga melaksanakan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setiap aturan yang diberlakukan harus disosialisasikan, bahkan harus memberi edukasi kepada warga. Sehingga tujuan dibuatnya aturan terwujud sesuai yang diharapkan dan disepakati bersama,” pesannya.
Untuk pelaksana sosialisasi, lanjut Sugiarto, bisa dilakukan oleh OPD terkait dengan melibatkan masyarakat. Atau, kata dia, bisa juga melibatkan RT dan RW serta semua kelurahan yang ada di wilayah Kota Malang.
“Kalau melibatkan RT dan RW maka sosialisasinya tepat sasaran karena melibatkan elemen masyarakat. Apalagi RT dan RW merupakan ujung tombak sekaigus perpanjangan tangan kelurahan maupun kecamatan,” katanya.
Anggota dewan dari dapil Kedungkandang ini mengatakan, jika sosialisasi dilakukan secara masif, maka warga akan mengetahui aturan tentang bangunan gedung. Dengan demikian, warga yang ingin membangun bisa menerapkan perda tersebut.
“Selain itu, warga yang sudah mengetahui tentang aturan bangunan gedung akan ikut mengawasai terhadap pembangunan di lingkungan mereka. Ini merupakan cara pengawasan yang paling efektif karena masyarakat ikut terlibat secara langsung,” papar dia.
Dia menambahkan, sosialisasi sangat penting demi penerapan perda. Sebab tak ada gunanya jika perda dibuat namun tak dilaksanakan. Apalagi perda yang dibuat sesuai kebutuhan masyarakat dan untuk menjaga tatanan bangunan di Kota Pendidikan ini.
Untuk pelaksanaan sosialisasi, Sugiarto mengatakan, selama ini ia sering memberi sosialisasi kepada masyarakat. Apalagi ia bertugas di Komisi C yang membidangi pembangunan. Cara sosialisasi yang dilakukan Sugiarto dengan metode yang efektif.
“Saya sosialisasi saat berkunjung ke masyarakat di Dapil Kedungkandang. Ketika sedang ngobrol, saya sampaikan tentang pentingnya aturan yang mengatur gedung bangunan. Karena sosialisasi dilakukan dengan cara informal dan dalam situasi yang santai, maka masyarakat bisa memahaminya,”  papar dia.
Tak hanya  itu saja, Sugiarto pun kerap mengajak warga untuk terlibat mengawasi pembangunan sesuai aturan bangunan gedung. Namun demikian, ia mengingatkan agar melaksanakan pengawasan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Jika menemukan sesuatu di lingkungan sekitarnya, warga tak boleh bertindak sendirian. Tapi harus prosedural, yakni melapor ke instansi terkait di Pemkot Malang, yakni Satpol PP  sebagai penegak perda,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Malang, Drs Priyadi MM mengatakan, pihaknya mengawal keberadaan bangunan dan proses pembangunan dengan mengacu pada Perda 1 Tahun 2004. Satpol PP memberikan tindakan berupa sanksi tegas sesuai perda bagi penyelenggara gedung bangunan yang melanggar.
“Satpol PP mempunyai kewenangan terkait pelanggaran bangunan sampai dengan sidang tipiring,” ungkap Priyadi.
Ia menjelaskan, pelanggaran bangunan yang pernah ditindak salah satunya adalah yang melanggar fasilitas umum (fasum)seperti mendirikan bangunan di atas trotoar. Kemudian pelanggaran bangunan di atas tanah yang bukan milik pendiri bangunan.
“Sebagai penegak perda, maka kami melakukan pengawasan dan penindakan. Pengawasan dilakukan secara rutin oleh petugas. Jika menemukan pelanggaran, maka mereka akan langsung bertindak,” kata mantan Camat Blimbing ini.
Terkait edukasi kepada warga, hal ini dilakukan melalui koordinasi dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Dimana, saat mendirikan bangunan pastinya diberikan pengetahuan soal apa saja syarat untuk mendirikan bangunan secara legal.
Ketika melanggar, disinilah Satpol PP memberikan pembinaan. Pasalnya tidak hanya dilakukan tipiring  sebelum melakukan eksekusi bangunan,  Satpol PP juga memberi kesempatan bagi pendiri bangunan untuk melakukan perbaikan. (adv/van)

Berita Lainnya :