Wali Kota Ingatkan Efesiensi Anggaran di Renja 2020Wali Kota Ingatkan Efesiensi Anggaran di Renja 2020


MALANG – Anggaran OPD di tahun 2020 dipastikan akan lebih hemat pembiayaan. Hal itu dilakukan setelah Wali Kota Malang Sutiaji mendengarkan langsung paparan  rencana kerja (Renja) seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang tahun 2020,  di Hotel Savana Kota Malang, Senin (8/4).
Wali Kota Malang Drs H Sutiaji bersama tim ahli mengevaluasi setiap paparan yang disampaikan kepala OPD. Hal itu untuk mendapatkan kesepakatan target kerja OPD di tahun 2020.  Beberapa pemaparan OPD, dikatakan Sutiaji masih perlu menekankan pada efisiensi anggaran. Kegiatan-kegiatan yang bisa ditekan anggarannya agar kembali diperhatikan. Seperti apa yang disampaikan saat Dinas Pendidikan (Disdik) memaparkan Renja nya.
“Bisa diefisiensikan kegiatan yang sekiranya bisa ditekan anggarannya,” kata Sutiaji saat mengomentari anggaran yang diajukan Disdik untuk pengadaan seragam dinas.
Pasalnya Disdik menganggarkan anggaran seragam dengan alasan untuk membedakan guru dengan kelompok lain saat ada kegiatan.
Tidak hanya itu, paparan Dinas Kesehatan yang disampaikan Kadis Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rachmi , Sutiaji juga turut mengomentari soal efisiensi kerja. Seperti peningkatan pelayanan di RSUD Kota Malang. Ia menanggapi rencana kerja dinas ini berkaitan dengan peningkatan ruang kamar perawatan di RSUD.
Dikatakannya, RSUD saat ini masih bisa meningkatkan jumlah ruang kamar inap yang saat ini masih berjumlah 114 kamar. Dengan cara mengggunakan ruang yang saat ini dipakai sebagai gudang.
“Gudang tidak seharusnya di lantai atas. Masih ada lahan di belakang yang bisa digunakan sebagai gudang. Tolong dipergunakan ruang itu untuk jadi kamar. Kalau gudang bisa dibuatkan sendiri nanti di lahan lain,” tegas Sutiaji.
Pemaparan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso juga tidak luput dari evaluasi wali kota dan tim ahli. Ia menegaskan pada anggaran yang harus disiapkan secara rinci dan tepat khususnya di bidang perbaikan jalan.
Hal ini merujuk pada jalan berlubang yang terus menjadi sorotan. Diluar dari itu juga paparan PUPR dinilai sudah rinci dengan target pengentasan jalan berlubang di 2020 sudah selesai.
“Kali ini memang bagi yang tadi masih ada tambahan pengajuan anggaran lalu ada yang indikatornya masih belum lengkap belum bisa kita tandatangani Renjanya. Harapannya sejalan dan dibandingkan dengan kontrak lelang kinerja yang sebelumnya dilakukan,” tegas Sutiaji.
Dalam Paparan Renja ini, OPD dibagi beberapa kelompok sesuai visi misi wali kota seperti kelompok pelayanan dasar, ekonomi hingga sosial. Tim ahli pun disebar di beberapa ruang berdasarkan kelompok OPD tersebut.
Tim evaluator selain Wali Kota Malang Sutiaji sendiri, juga terdiri dari Sekda Kota Malang Drs Wasto, Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Drs Abdul Malik, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Erik Setyo Santoso, Staf Ahli Pemkot Bidang Pembangunan Kesra dan SDM Handi Priyanto dan tenaga ahli Universitas Brawijaya Andy Kurniawan SAP MAP. (ica/adv/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :