Ada Chemistry, Mulai Stabil


 
MALANG - Arema FC mulai menunjukkan stabilitas permainan di bawah asuhan Joko Susilo. Tim ini menang dalam dua laga terakhir, padahal dalam kondisi ditinggal beberapa pemainnya. Chemistry yang mulai terjalin, dianggap menjadi salah satu alasan tim berjuluk Singo Edan itu bangkit dari rangkaian hasil negatif yang terjadi sejak pertengahan Juli sampai pertengahan Agustus lalu.
Dalam tiga laga terakhir, Arema mengalami permasalahan pada komposisi tim. Beberapa pemain dipaksa siap untuk turun di berbagai posisi yang bukan posisi aslinya, namun tetap bisa menjalankan dengan baik.
Seperti pekan lalu saat Hendro Siswanto sukses di posisi bek kanan, Adam Alis pun sempat menjajal tempat di bek kiri selama 15 menit. Lalu Junda, sekalipun membuat satu kesalahan sehingga berbuah gol Barito Putera, namun dalam 90 menit pemain tersebut sukses berduet dengan Arthur. Yang membuat Arema bisa memetik tiga poin di Banjarmasin.
"Semua pemain harus siap turun di posisi manapun. Itu seninya, jadi mereka tidak boleh hanya sekadar main bagus tetapi siap untuk membantu tim meraih kemenangan," ujar Joko Susilo.
Menurut dia, kondisi tim yang sering dilanda kekurangan pemain, justru membuat chemistry antara satu dan yang lainnya terbentuk. Pemain diakuinya siap untuk turun, mengisi posisi yang lowong ditinggal pemain, baik karena cedera atau akumulasi kartu.
"Hasil yang ditunjukkan Arema ini semua karena kerja tim. Mereka saling percaya antara pemain dan permainan mengalir. Tujuannya mencari kemenangan," ungkap dia.
Gethuk mengatakan, chemistry pemain dalam permainan dibutuhkan. Sehingga dirinya pun sangat memperhatikan siapa pemain yang akan turun sampai siapa yang diganti di tengah laga. 
"Menurunkan pemain, saya harus perhitungkan chemistry diantara mereka. Untuk itu pekan lalu saya pilih Junda untuk turun berduet dengan Arthur, karena alasan chemsitry salah satunya," tambahnya.
Ia mengakui, Junda meski banyak yang meragukannya, namun dia sudah mengenal tim lebih lama. Sementara, pekan lalu ada nama Marco Markus Kabiay yang diprediksi bakal diturunkan, justru disimpan. "Marko baru beberapa kali ikut latihan games tim. Tentu masih butuh waktu bagi dia untuk mengenal semua gaya bermain pemain lain. Tetapi dia adalah pemain bagus," jelas dia panjang lebar.
Akan tetapi untuk pekan ini, melawan PSM Makassar, dirinya masih belum bisa memutuskan siapa pemain yang akan turun. Terutama di lini belakang yang ditinggal Arthur Cunha.
"Junda pemain yang bagus dan membutuhkan jam terbang. Dia jika dipercaya, bisa semakin berkembang. Tetapi nanti ada pertimbangan lain, karena Syaiful Indra dan Beny Wahyudi sudah kembali," tandasnya.(ley/ary)

Berita Lainnya :