Akhirnya, Poin Away Perdana

 
BANJARMASIN - Arema FC akhirnya mendapatkan angka pertamanya saat bermain di luar Malang di ajang Liga 1 tahun ini. Keberhasilan menahan imbang Barito Putera dengan skor 0-0 di kandang lawan, Stadion 17 Mei Banjarmasin, Rabu (11/7) adalah poin pertama setelah enam laga sebelumnya selalu kalah away. Hasil tersebut menjadi bekal Arema untuk menyambut laga melawan PS TNI, akhir pekan nanti.
Ya, Arema selalu gagal saat menjalani laga di kandang lawan. Melawan Persija, Borneo FC, Madura United, Persebaya Surabaya, Bali United dan PSMS Medan, harus diakhiri dengan kekalahan. Sementara, laga pekan 13 kala away melawan Perseru, seolah bukan away karena venue berada di Stadion Gajayana Kota Malang, kandang kedua Arema yang kebetulan dipakai lawan saat menjalani pertandingan di bulan puasa.
Hasil tersebut membuat penggawa Singo Edan beserta para pelatih senang. Tim bisa tampil rapi menghadang lawan, sekalipun yang dihadapi adalah pemimpin klasemen sementara yang tengah melaju kencang di Liga 1.
Selama 90 menit, laga relatif berjalan seimbang. Kedua tim sama-sama sempat mencetak gol namun keduanya dianulir wasit sehingga laga pun berakhir dengan skor kacamata sampai akhir pertandingan.
"Arema coba mendapatkan poin saat bermain di sini (Banjarmasin, Red). Namun hasilnya imbang. Kami puas, meski kami tidak excellent," ungkapnya.
Menurutnya, tim Arema datang dengan misi poin dan menang atas Barito Putera. Akan tetapi, saat berangkat ke Bumi Lambung Mangkurat, Arema mendapatkan tantangan karena lawan adalah pemuncak klasemen sementara, sedangkan Arema masih tercecer di papan bawah. Belum lagi, lawan memiliki barisan pemain produktif dan Arema harus bermain tanpa tiga pilar di belakang.
"Kami tidak datang dalam kondisi terbaik. Ada beberapa pemain absen. Tetapi saya tegaskan semua pemain siap tampil saat yang satu atau lainnya absen. Saya sangat apresiasi hasil ini, berkat kerja keras dan kedisiplinan mereka," papar pelatih berusia 57 tahun itu.
Dia menyampaikan, timnya ingin menang. Hanya saja mereka menyadari Barito Putera adalah tim yang bagus pula. Arema sudah berusaha keras mencetak gol dan sempat membuat peluang.
"Sepertinya ini hasil yang adil untuk kedua tim. Terutama bagi kami, kami bisa menjaga suasana positif di tim," tambahnya.
Lantas dia membeberkan salah satu kunci keberhasilan timnya memboyong satu poin dari sang raja klasemen. Yakni dengan penguasaan posisi yang berhasil dilakukan para pemainnya. Arema sukses membaca strategi lawan yang haus gol dan terpaksa mandul kala bertemu Arema.
"Kami kuasai bola, kuasai daerah. Kami berusaha menahan kecepatan mereka dan memainkan tempo. Terima kasih para pemain tampil disiplin penuh semangat. Imbang bagi tim tamu seharusnya menggembirakan," tutur dia.
Pelatih Barito Putera Jacksen F. Tiago pun mengakui kejelian Arema. Pemainnya dibuat anak-anak Arema bermain dalam tempo yang lambat dan berkutat di belakang.
"Barito kesusahan di babak pertama. Kami terbawa permainan Arema dan mereka justru menguasai kami. Saya melakukan perubahan di babak kedua ketika rencana kami tidak berhasil," ujarnya.
Namun, perubahan yang mereka lakukan belumlah cukup. 45 menit babak kedua tampil dominan, tidak cukup menumbangkan pertahanan kokoh tim Singo Edan.
"Kami apresiasi Arema yang berhasil menahan laju kami," tegasnya.
Dengan hasil kemarin, Arema mendapatkan tambahan satu angka dan kini mengoleksi 19 poin. Selain itu, mencuri satu poin di kandang lawan adalah catatan bagus untuk tim yang telah kalah enam kali saat away. Arema kini berada di posisi 13, sedangkan Barito Putera tetap di puncak dengan 27 poin.(ley/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :