Arema Day, ASN dan Siswa Pakai Atribut Singo Edan


MALANG - Kepala daerah di Malang Raya menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) memakai atribut Arema pada Jumat (12/4) . Jumat adalah Arema Day. Demi mendukung Singo Edan meraih juara, maka Malang Raya wajib membiru. Di Kota Batu, bahkan para siswa juga diwajibkan memakai atribut Arema.
Ya, guna memberikan support pada tim kebanggan Malang Raya, Arema FC pada Final Leg kedua Piala Presiden yang akan dilaksanakan Jumat (12/4) . Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si turut memberi dukungannya.
Yakni dengan menginstruksikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan siswa-siswi seKota Batu untuk memakai jersey Arema FC pada hari Jumat. Setidaknya dukungan dengan atribut Arema mampu memberi support agar meraih kemenangan dalam laga final. Setelah pada leg pertama mampu menahan imbang Persebaya 2-2.
"Untuk memberi dukungan dalam laga final Piala Presiden, pada Jumat saya intrusikan kepada ASN dan para siswa untuk memakai atribut Arema. Dukungan seperti sebelumnya juga pernah dilakukan ASN Kota Batu," ujar Dewanti kepada Malang Post.
Instruksi tersebut, lanjut Dewanti dalam rangka mensupport Arema agar menang dalam pertandingan kedua. Setelah pada berhasil mencuri poin pada pertandingan pertama di Surabaya.
Ia juga menceritakan, sangat senang karena sebelumnya ia menonton langsung pertandingan final leg pertama bersama Gubernur Jatim, Dra. Khofifah Indar Parawansa M.Si di Stadion Gelora Bung Tomo. Dalam pertandingan itu ia juga mengapresiasi suporter Persebaya, Bonek yang mampu berpenampilan atraktif seperti Aremania.
“Siapa pun ingin menang di kandang dan menjadi juara. Tapi disayangkan pertandingan kemarin ada oknum supporter yang memprovokasi. Sehingga terjadi hal yang tak diinginkan. Saya harap Aremania tak melakukan hal itu dalam leg kedua nanti," terangnya.
"Aremania lebih dewasa, punya integritas, dan harus mengedepankan rasa persaudaraan dan sportifitas. Sehingga apapun hasilnya. Menang atau kalah dalam harus diterima. Namun wasit harus benar-benar profesional," tegasnya.
Menurutnya, saat ini wasit sudah tak bisa lagi memanipulasi pertandingan. Karena saat ini setiap sudut sudah terpantau kamera dan bisa diputar ulang. "Jadi ketika wasit memutuskan sesuatu yang salah dan terbukti putusan salah melalui tayangan ulang. Putusan wasit tersebut bisa dianulir. Dengan begitu pertandingan akan berjalan sportif dan tak perlu adanya kerusuhan," paparnya.  
Ketua KCBI Malang Raya ini juga memprediksi Arema FC mampu membekuk Persebaya dengan skor 2-0. Prediksinya tersebut dilihat dari pertandingan leg pertama secara langsung kemarin.

Berita Lainnya :