Beban Berat Jadwal Padat


MALANG - Pergantian pelatih Arema FC dari Joko Susilo ke tangan Milan Petrovic, diharapkan bisa segera membawa tim Singo Edan meninggalkan zona degradasi. Akan tetapi, mengangkat Arema yang kini terpuruk, diakui tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, Arema harus bermain dengan jadwal padat di kesempatan perdana Milan menjadi pelatih, ditambah dengan tantangan menaikkan mental pemain dengan cepat.
"Adanya perubahan posisi kepelatihan, memang membuat suasana yang baru. Mungkin keinginan semua ingin Arema segera bangkit. Tetapi, target seperti itu tidak mudah, seperti kita membalik telapak tangan," ujar Asisten Pelatih Arema, Singgih Pitono.
Menurut dia, pemain Arema harus mendapatkan tantangan untuk cepat beradaptasi. Meski sejatinya tidak banyak perubahan dari susunan tim kepelatihan, namun dengan perbedaan siapa yang memimpin, dianggapnya juga harus disesuaikan oleh para pemain.
Ia berharap semua pemain bisa segera mengangkat posisi tim Arema, di bawah asuhan Milan, yang hampir dua bulan ini telah bergabung bersama Dendi Santoso dkk. "Kami berharapnya tidak ada kesulitan yang besar masalah pergantian itu. Tetapi, masalah mengembalikan kepercayaan diri setelah di dasar klasemen ini, adalah tantangan juga," tambah dia.
Sementara itu, Pelatih Milan Petrovic mengakui jika tugasnya mengangkat Arema, bukanlah hal yang mudah. Meski suasana baru, ia mengakui kendala waktu yang mepet bisa menghambat harapan besar pada dirinya. "Waktu tak berpihak pada kami. Dalam beberapa waktu ke depan ini, kami harus melakoni jadwal pertandingan yang sangat padat," ujar Milan Petrovic.
Menurut Milan, padatnya jadwal pertandingan membuatnya tak bisa leluasa melaksanakan program yang ia rencanakan. Namun, pelatih kelahiran  Serbia ini tak mau lempar handuk. Ia mengaku akan terus berupaya mencari solusi atas kondisi timnya saat ini.
"Kami akan coba untuk menemukan semangat, sistem dan solusi baru atas masalah-masalah Arema. Kami akan terus mencoba," tambah dia. Milan sendiri mengakui hanya memiliki waktu satu hari untuk memaksimalkan latihan strategi sebagai persiapan melawan Bali United.
Hanya Selasa sore kemarin, saat berlatih di Stadion Kanjuruhan dirinya bisa memaksimalkan waktu latihan. "Di Bali, kami mungkin hanya bisa menjaga kondisi. Tidak mungkin latihan dalam waktu satu jam, kami pakai untuk strategi," tuturnya.
Jarak pertandingan Arema FC dari pekan ke delapan ke pekan sembilan terhitung mepet. Bermain terakhir 13 Mei 2018 melawan PSM Makassar, Lina hari kemudian atau Jumat (18/5) lusa, Arema mesti menantang Bali United. (ley/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :