Berharap Aremania Dewasa

 
MALANG - Sibuk menjadi sales executive di Santika Premier Hotel Malang, bukan berarti Suci Andriani tidak update dengan perkembangan klub kebanggaannya, Arema FC. Ia bahkan masih memiliki waktu untuk datang ke stadion dan menyaksikan Singo Edan berlaga.
“Tidak boleh ketinggalan tentang Arema. Paling absen ke tribun, kalau kerjaan pas ada lembur, jadi update via medsos saja,” ujar Aremanita asal Pasuruan itu. Suci mengatakan, sangat intensif dengan Arema dalam dua tahun terakhir. Dia mengikuti perkembangan Alfarizi dkk sejak ditangani oleh Milomir Seslija dan tahun ini, ketika ada Arthur Cunha di skuad Arema.
“Sepertinya dia akan jadi idola saya sepanjang masa. Hahaha. Tetapi sebenarnya saya sudah suka lebih dari enam tahun,” beber dia kepada Malang Post. Begitu mengenal Arema, tahun 2009, dia tertarik dan mengidolakan tim yang akan berulang tahun ke 30 pada 11 Agustus, besok. Ia menyukai, momen dimana dia berada di stadion, bernyanyi dan berteriak mendukung Arema.
“Keramaian di tribun yang membuat saya kian jatuh hati.  Belum lagi rasa deg-degan saat melihat tim berupaya menggagalkan serangan lawan. Jangan sampai gol, kadang saya meloncat dan marah-marah. Seperti itu serunya,” urainya.
Dia mengakui, Arema juga dikenal sampai seluruh Indonesia. Sebagian besar tamunya di hotel, mengetahui jika Arema adalah ikon di Malang. “Karena Arema, Malang bisa terkenal. Saya sebagai Aremanita juga bangga dan antusias juga menjelaskan kepada tamu kalau ada yang tertarik tentang Arema,” tambah dia.
Sementara itu, dia juga berharap untuk Aremania dewasa. Saat ini dia merasa jika tim Arema sedang dalam posisi sulit karena masih sulit meraih kemenangan. Pada saat itulah kesetiaan Aremania diuji.  “Pemain jangan dihujat, harus didukung. Aremania juga jangan rasis, jangan bermusuhan dengan supporter lainnya. Karena kita sebenarnya saudara, satu Indonesia,” tandasnya. (ley/bua)
 

Berita Lainnya :