Buktikan! Singo Edan

 
MALANG - Arema FC mendapatkan tugas yang tidak ringan saat menjalani laga melawan Borneo FC dalam pertandingan terakhir putaran pertama Liga 1 Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Minggu (30/7) malam ini, kick off 18.15 WIB.
Tuntutan menang demi bertahan dalam persaingan di papan atas, dibarengi dengan kewajiban memperbaiki produktivitas gol, sekaligus memperbaiki kesolidan lini belakang. Hal tersebut adalah tantangan tambahan bagi anak asuh Aji Santoso saat melawan tim dengan produktivitas tinggi seperti Borneo FC.
Arema, dalam empat laga terakhir tercatat kebobolan delapan gol. Mulai dari laga melawan Sriwijaya FC, Persegres Gresik United, Persipura Jayapura dan Semen Padang, Alfarizi dkk selalu kemasukan dua gol. Hal itu seakan menjadi pekerjaan rumah dan harus dibuktikan, sebab di 12 laga awal Arema termasuk tim yang paling minim kebobolan.
Tim pelatih Arema berdalih jika tingginya angka kebobolan itu dipengaruhi tidak full teamnya lini belakang. Mulai dari cedera Arthur Cunha, absennya Jad Noureddine hingga Bagas Adi Nugroho, yang mesti membela timnas U-22 dan sekarang terbelit cedera. 
Hanya saja untuk lini belakang, Pelatih Aji Santoso mengakui jika lini tersebut sudah tampil sangat baik, terutama di laga terakhirnya. Kebobolan dua gol, komposisi Arthur dan Syaiful Indra Cahya dinilainya tampil apik dan tidak bisa menjadi sasaran kesalahan.
"Lini belakang saya rasa sudah tampil bagus saat melawan Semen Padang. Yang perlu kami perbaiki adalah bagaimana upaya mencetak gol," ungkap Aji Santoso.
Menurutnya, hal tersebut kini menjadi pekerjaan rumah timnya.  Enam gol yang tercipta dalam dua laga melawan Sriwijaya FC dan Persegres mandek di dua laga terakhir. 
Jika pekerjaan rumah itu teratasi, tim kelahiran 1987 tersebut hampir dipastikan akan menjadi lawan menakutkan bagi tim lain di Liga 1.
"Semoga saat turun melawan Borneo FC, tim ini bisa tampil lebih baik dan memperbaiki setiap kekurangan," beber dia kepada Malang Post. 
Sementara itu, Striker Arema Dedik Setiawan mengatakan, dirinya siap menjawab kepercayaan pelatih, bila dirinya mendapatkan kesempatan turun. Ia termotivasi untuk mengakhiri paceklik gol timnya sehingga bisa memperbesar peluang untuk menang.
"Ya kalau ingin menang memang harus mencetak gol. Saya juga harus berusaha keras untuk bisa membuat gol. Atau setidaknya membuat peluang agar teman-teman juga mencetak gol," ungkapnya.
Menurut Dedik, dalam latihan dia dan beberapa pemain lainnya sudah dilatih untuk memanfaatkan peluang gol. Baik dari skema serangan, bola mati atau serangan balik cepat. "Insya Allah semua akan kami praktikkan di lapangan dalam pertandingan dan membawa Arema menang," pungkasnya. (ley/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :