Buru Tiga Poin di Bali


Malang Post, Semangat perubahan diusung oleh penggawa Arema FC saat menjalani laga away ke markas Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (18/5) besok. Anak asuh Milan Petrovic ini menargetkan tiga poin di markas Serdadu Tridatu. Skuad Arema bertekad mengakhiri rentetan hasil negatif di seperempat musim kompetisi yang sudah berjalan atau dalam delapan pertandingan.
Perubahan di Arema telah terjadi di pekan ini, diawali dengan pencopotan Joko Susilo dari kursi pelatih kepala. Meksipun gantinya adalah Milan Petrovic yang naik pangkat dari posisi asisten, namun tampuk kepemimpinan pada pelatih berdarah Serbia ini diharapkan bisa segera membawa Arema pada tren positif.
Setelah Milan menjadi pelatih, perubahan dalam metode latihan juga mulai digalakkan. Milan lebih galak dalam hal aturan, meskipun secara sifat sang pelatih terlihat tampil kalem. Dia tidak berteriak marah pada pemainnya, namun dia langsung mendatangi sang pemain untuk membenahi kesalahan tersebut.
"Saya memiliki cara untuk mengubah tim ini. Memang tidak bisa dalam waktu 1-2 hari. Tetapi kita akan lihat setelah empat hari atau tujuh hari," ujar Pelatih Arema, Milan Petrovic.
Perubahan tersebut, menurut dia, diharapkan bisa membantu Arema mendapatkan kemenangan. Terutama dalam pertandingan pekan sembilan melawan Bali United, besok. Dia melihat bagaimana kemampuan pemainnya. Hanya perlu pembenahan satu dua sisi, dia bahkan optimis, memang tidak hanya saat melawan anak asuh Widodo Cahyono Putro tersebut.
"Kami percaya diri untuk menang di Bali. Bahkan, tidak hanya melawan Bali United. Setiap pertandingan, kami optimis menang," jelasnya.
Dia mendasari hal tersebut dengan melihat semangat dan motivasi pemainnya. Semua, menurut dia, ingin poin di Bali. "Sekarang kami semua harus bicara soal Arema, poin untuk tim ini bukan secara individu," tambah dia.
Milan mengatakan, kini dirinya tinggal menyiapkan keseimbangan tim Arema. Antara tim utama dan cadangan, harus memiliki kualitas yang setara. Sehingga, ketika Arema ditinggal beberapa pemain yang cedera atau absen, tidak mengalami masalah dalam skema mereka. Begitu juga, dalamnya sebuah pertandingan, bila kualitasnya setara, ia meyakini masalah Arema bakal segera berakhir.
"Kami mungkin butuh satu kemenangan saat away, dan semua akan berakhir. Untuk mendapatkannya memang tidak mudah, kami butuh pemain, baik yang di starting eleven maupun di tim kedua, memiliki kualitas yang sama," urainya.
Saat ini Arema kehilangan Dedik Setiawan dan Hendro Siswanto. Ia berharap, pengganti dua pemain itu, bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan pelatih dengan tampil bagus.
"Kami coba hadapi situasi ini untuk beri kesempatan pemain baru," tegas dia.
Sementara itu, Winger Arema Ridwan Tawainella juga menganggap positif kondisi tim Arema saat ini. Perubahan tim kepelatihan, dianggapnya bukan menjadi kendala. Sebaliknya, mereka termotivasi untuk bisa menunjukkan semangat perubahan di dalam tim.
"Dengan kondisi di tim ini, kami optimis mendapatkan tiga poin," ungkap Ridwan.
Menurut dia, Arema akan menghadapi tim Bali United yang dianggap bagus, akan tetapi kini juga sedang goyah karena terus merosot ke papan bawah. "Mereka ingin poin, kami juga ingin poin. Kami sama-sama ingin poin dan mengangkat tim ini dari papan bawah," pungkas Ridwan.
General Manager Arema, Ruddy Widodo berharap ada impact nyata perubahan di Arema saat kini memercayakan pelatih kepala pada Milan Petrovic. Menurut dia, dari pengalaman dan pengamatan di kompetisi tanah air, adanya pelatih baru kerap menghadirkan suasana baru.
"Begitu juga hasil dalam pertandingan. Kami berharap hasil akhir laga, bisa positif untuk Arema. Sekarang, Arema dan Bali United, relatif sama sedang turun tren permainannya. Cuma bedanya kami sudah melangkah melakukan perubahan yang kami harap bisa berpengaruh pada tim. Sedangkan Bali United, kamu harap masih belum berubah tren negatifnya," tutur Ruddy.(ley/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...