Dianggap Bukan Uji Coba, Aremania Kecewa

 
MALANG - Arema FC gagal mendapatkan hasil maksimal dalam gelaran uji coba melawan Persekam Metro FC di Stadion Kanjuruhan, Rabu (14/2) sore. Tim asuhan Joko Susilo itu harus puas berbagi angka 2-2 dalam pertandingan berdurasi 120 menit tersebut. Bahkan, Arema dua kali tertinggal sebelum memaksakan hasil imbang lawan tim Liga 3 yang belum jelas persiapan dan agenda kompetisinya itu.
Laga yang disebut Gethuk sebagai ajang latihan namun berbentuk games itu, berlangsung dalam format empat babak. Setiap babak, durasi pertandingan selama 30 menit. Sehingga, awalnya Gethuk menyiapkan dua tim, dari 25 skuad yang siap diturunkannya.
Lima pemain tidak bisa bermain karena mengalami cedera yakni penjaga gawang Joko Ribowo, bek Purwaka Yudhi, Syaiful Indra Cahya, serta Jayus Hariono dan Dalmiansyah Matutu.
Arema terlihat kesulitan mengawali pertandingan, meski bermain dengan para pemain yang kerap bermain di posisi inti seperti Arthur Cunha, Ahmet Atayev, Rodrigo Ost, Dendi Santoso, Hendro Siswanto hingga Thiago Furtuoso. 30 menit pertama berlangsung tanpa gol.
Pada 30 menit kedua, Metro FC lebih dulu unggul pada menit 33 melalui gol Yogi Prayogo. Dengan serangan balik cepat, tim Macan Kumbang menjebol gawang Reky Rahayu. Arema baru membalas di menit 64 atau 30 menit ketiga melalui heading Junda Irawan memanfaatkan tendangan sudut. Metro kembali unggul melalui Pensil di menit 82 sebelum akhirnya disamakan oleh striker Ahmad Nur Hardianto.
Pasca laga, Pelatih Joko Susilo tidak mempermasalahkan hasil akhir. Meski Arema bebeberapa kali tampil dalam tekanan, dia tetap memuji growth atau pertumbuhan permainan anak suhnya.
"Saya anggap ini bukan uji coba ya. Ini latihan cuma dalam bentuk control games. Jadi jangan dianggap uji coba dan hasil akhir dari latihan seperti ini, tidak masalah," ujar Joko Susilo.
Gethuk menegaskan bahwa pada pertandingan ini tidak bisa menilai secara menyeluruh teknis permainan anak asuhnya. Pasalnya, ia menilai kondisi fisik anak asuhnya saat ini masih sekitar 60 persen saja.
"Mereka masih latihan berat dan ini juga bagian dari latihan. Kondisi fisik masih sekitar 50-60 persen saja," papar dia.
Dia melihat ada beberapa hal yang bisa dia ambil dari uji tanding kemarin. Ketimbang memikirkan hasil akhir, dia terus konsentrasi membenahi tim agar lebih siap saat Piala Gubernur Kaltim II mendatang. 
"Ini bagian persiapan tim dan tiga kali latihan tanding untuk melihat bagaimana kondisi pemain juga. Selanjutnya masih ada satu kali lagi, melawan Deltras," ujar dia.
Tepatnya Sabtu (17/2) lusa, Dendi Santoso dkk dijadwalkan kembali menjalani latihan control games dengan pertandingan melawan Deltras Sidoarjo di Stadion kanjuruhan. Sementara itu, dengan hasil imbang 2-2 ini, membuat Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan tampak kecewa. Aremania menilai permainan Arema kurang greget. Padahal animo Aremania cukup antusias dalam menyaksikan laga Arema lawan Persekam Metro FC ini.  
Awalnya memberi dukungan, Aremania balik memberi tekanan pada pemain Arema karena sering melakukan salah passing atau mudah terjatuh ketika berduel dengan pemain lawan. Bahkan ketika pemain Persekam Metro FC menyerang pertahanan Arema beberapa Aremania memberi tepuk tangan.
“Saya lihat permainan Arema kurang greget  mainnya tak jelas, banyak peluang tapi eksekusinya kurang,” papar Raditya Yoga Aremania Bululawang.
Menurutnya penampilan Arema kurang efektif terutama serangan dari kedua sayap kurang tajam dalam menusuk pertahanan lawan dan memberikan umpan kepada para striker. Penampilan para striker Arema juga disorot oleh Aremania. Menurut mereka, barisan penyerang sering kali membuang peluang.
“Mainnya Arema gak keras sama sekali, permainannya kurang jos, dan  serangan balik kurang tajam,” ungkap Rudi Setiawan, Aremania Tumpang yang menyaksikan laga Arema di tribun VIP. (ley/mg2/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :