From Zero to Hero

 
MALANG – Setelah nyaris didepak, performa Juan Pablo Pino mulai moncer di Arema FC. Dia pun mulai dipuji dan diidolakan Aremania, karena mengalami perubahan permainan dan kini menjadi sosok penting di tim Singo Edan. From zero to hero. Demikian istilah untuk pemain asal Kolombia ini.
Awalnya dengan performa yang mengecewakan banyak Aremania, kini jadi pujaan. Pasca empat bulan, performanya mulai jadi andalan tim Singo Edan. Selain mencetak gol, pemain tersebut juga sudah mencatat dua assist serta menjadi tumpuan di lini serangan Arema.  Tidak hanya itu, dalam laga Pino juga kerap melakukan tendangan jarak jauh yang mengancam gawang lawan Arema.
Tendangan jarak jauh adalah salah satu spesialisasinya ketika merumput di Benua Eropa.
Tak banyak bicara, Pino kini mulai berani menyuarakan tentang dirinya, melalui Instagram pribadinya. Pasca laga melawan Barito Putera, ia mengunggah video yang menunjukkan golnya bersama Arema. 
"Saya di sini, dan tukang sihir sudah kembali," tulisnya dalam bahasa Spanyol. Tukang sihir memang julukan dari Pino. Dalam akun Instagramnya pun, pemain berusia 30 tahun itu menggunakan nama Le Magicien yang berarti tukang sihir.
Berkat perkembangan tersebut, pemain Arema pun tidak kalah senang. Termasuk Esteban Vizcarra, yang kini merasakan lini depan Arema lebih tertolong dengan keberadaan Pino. "Kami ada yang bantu mengatur atau membagi bola. Selain itu dia juga sering membantu menyerang dan melakukan tendangan ke gawang lawan yang membuat kami bersemangat untuk lebih tampil menyerang," ujar Esteban.
Kontribusi Pablo ‘Le Magicien’ Pino berikutnya tentu ditunggu saat tim Arema menjamu PSM Makassar, Rabu (30/8) depan. Aksi ‘sihirnya’ bakal  ditunggu Aremania yang tentunya berharap tim kebanggaannya raih kemenangan atas tim asuhan Robert Albert itu.
Sementara itu, meski Pablo ‘Le Magicien’ Pino sudah mulai berani pasang status di instagramnya,  ada yang belum berubah pada diri pemain dengan status marque player ini. Dia irit bicara, terutama saat hendak diwawancarai oleh media, salah satunya Malang Post.
Pasca mencetak gol ke gawang Barito Putera lalu, Pino mulai menjadi incaran untuk wawancara. Ia yang memutuskan untuk bungkam sejak pertama kali bergabung Arema, juga masih terkesan sulit diwawancara. "Kalau mau wawancara ke yang lain saja. Ada Arthur, ada juga Vizcarra," ujar Pino sembari tersenyum.
Setelah itu, dia pun enggan ditanyai lagi. Ia memilih menundukkan kepala, pasca melemparkan senyuman. Padahal, Esteban dan Arthur berkali-kali menyatakan bersedia untuk menjadi penerjemah jika Pino mau diwawancarai oleh media.
Hal tersebut juga terjadi 3-4 bulan lalu. Saat itu dengan bantuan Esteban, Malang Post coba melakukan wawancara. Namun, eks Galatasaray dan AS Monaco itu menegaskan baru mau berbicara setelah permainannya bagus dan memberikan kontribusi bagi Arema. (ley/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :