Gagal Menang, Pemain dan Ofisial Lemas


SURABAYA - Bermain di kandang sendiri Gelora Bung Tomo (GBT) serta didukung sekitar 50 ribu Bonek, Persebaya Surabaya tak berkutik atas Arema FC di leg pertama final Piala Presiden 2019. Persebaya hanya bisa main imbang 2-2, Selasa (9/4). Itu pun, satu golnya melalui titik penalti Damian Lizio di menit 72.
Tak heran, ketika wasit Oky Dwi meniup peluit panjang tanda pertandingan usai, Oktavio Dutra dkk langsung lunglai. Bahkan Dutra terlihat menolak salah satu fansnya ketika mengajak selfie. Laga leg kedua yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan Jumat (12/4) mendatang, sepertinya sudah tidak ada harapan lagi untuk menang.
Begitupula para ofisial tim berjuluk Bajul Ijo tampak terpukul dengan hasil imbang kandang. Manajer Tim Persebaya Chandra Wahyudi saat disorot televise, terlihat pandangannya menerawang kosong.
Bagi Persebaya, di leg kedua mengalahkan Arema FC atau bermain seri minimal 3-3 di Stadion Kanjuruhan, sangat berat. Atau memaksa adu penalti jika mampu bermain imbang 2-2.
Di kubu Arema FC,  usai pertandingan para pemain tak bisa menahan kegembiraannya. Makan Konate yang menjadi pahlawan di laga kemarin, langsung sujud syukur.
 “Alhamdulilah kami mendapatkan hasil bagus di sini,” kata Konate kepada Malang Post usai tanding.
Menurut gelandang asal Mali tersebut, hasil bagus ini disyukuri dengan sangat luar biasa karena sulitnya laga kontra tim rival. Menurut mantan gelandang Persib Bandung itu, Bajul Ijo adalah tim besar dengan dukungan suporter yang masif.
Kebesaran tim sekelas Persebaya dengan puluhan ribu pendukungnya inilah, yang membuat Konate sangat puas bisa merebut hasil imbang di Surabaya. Baginya, pertandingan lawan tim asuhan Djadjang Nurdjaman, sangat sulit. Hasil imbang ini adalah hasil yang diraih dengan perjuangan keras.
“Pertandingan tidak mudah, Persebaya tim kuat dan besar sama seperti Arema juga,” jelas Konate.
Dia meyakini, Arema bakal menjadi juara Piala Presiden 2019. Karena, dia ingin menang dan mengangkat trofi yang kabarnya bakal diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Dia sebagai pemain, siap bekerja keras untuk tim apabila tim pelatih membutuhkan jasanya di leg kedua Piala Presiden 2019.
“Insya Allah fokus, harus menang di leg kedua. Kalau kerja keras, saya yakin Arema bisa juara,” ujarnya.
Meski demikian Konate menganggap Pelatih Persebaya Djadjang Nurjaman sebagai sosok penting yang harus diwaspadai. Karena, Konate sudah merasakan tangan dingin Djadjang ketika merasakan juara dua kali bersama Persib Bandung. Dia menganggap Djanur, sapaan akrabnya, sebagai pelatih pintar yang pandai meracik strategi.
“Saya tahu coach Djanur dan juara dua kali bersama coach Djanur di Persib. Dia pelatih pintar. Saya ada banyak kenangan. Tapi saya professional. Saya akan tetap semangat dan kerja keras, dan memikirkan penonton kami saja yang di stadion nanti,” tutup Konate.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :