magista scarpe da calcio Gila, Kebocoran Tiket di Atas 10 Persen


Gila, Kebocoran Tiket di Atas 10 Persen

 
MALANG - Pekerjaan rumah dimiliki oleh Panpel Arema FC untuk menyambut laga home kedua di putaran kedua Liga 1 ini, saat menjamu Persiba Balikpapan, Jumat (18/8) depan. Pasalnya, Panpel harus menyelesaikan angka kebocoran tiket yang melebihi 10 persen saat menjamu Persib Bandung pekan lalu. Tribun terlihat penuh, namun jumlah penonton yang membeli tiket tercatat hanya 27.610 penonton.
Berdasarkan estimasi Panpel ketika melihat kondisi di tribun, Aremania yang berada di tribun di kisaran 32.000. Bila demikian, maka sekitar 4.399 suporter masuk tanpa tiket dalam laga yang dikategorikan sebagai bigmatch tersebut. Itu artinya sekitar 13,7 persen dari 32 ribu penonton di stadion. Bila dihitung dari jumlah penonton di stadion dan tiket terbeli, maka angka kebocoran sudah pasti di atas 10 persen.
"Kalau estimasi kami sekitar 32 ribu penonton. Tetapi, laporan tiket pertandingan hanya 27.610 tiket yang terjual," paparnya.
Panpel mencetak tiket 44.720 lembar, lima persen dari tiket tersebut jumlahnya 2.236 lembar. Sedangkan 10 persen dari 44.720 sebesar 4.472 lembar. Sementara, selisih tiket terjual dan tiket tidak terjual sebanyak 17.110 lembar, 25 persennya sekitar 4.278 lembar. 
"Tentunya ini menjadi bahan evaluasi kami agar pertandingan selanjutnya tidak terjadi lagi kebocoran," beber dia.
Menurut Harris, normalnya kebocoran tiket diestimasikan 2 persen saja untuk laga kategori bigmatch. Sementara, non bigmatch, dia memperhitungkan angka kebocoran di kisaran 1 persen. "Kalau laga melawan Persib ini sangat tinggi. Idealnya kebocoran tiket maksimal 2 persen," tambah dia.
Bisa dibayangkan kerugian dari Panpel Arema akibat kebocoran tiket tersebut. Jika dihitung kasar 5.000 penonton masuk tanpa tiket, maka potensi pendapatan yang hilang bisa mencapai Rp 200 juta. Padahal sepanjang putaran pertama lalu, target kehadiran suporter juga tidak tercapai.
"Kami harus menyiapkan cara untuk mengatasi tingginya kebocoran tiket ini. Salah satunya, dengan menyiapkan CCTV di setiap pintu masuk tribun," bebernya.
Menurutnya, CCTV tersebut bisa menunjukkan, berapa banyak suporter yang masuk tanpa tiket atau suporter yang masuk karena tiket putar. Menurutnya, tidak sedikit suporter yang masuk dengan menggunakan 'kartu halo' karena kedekatan dengan petugas. Selain itu, adanya tiket palsu juga bisa menjadi salah satu faktor tingginya kebocoran tiket. Hal tersebut, tentu merugikan jika angkanya melebihi 5 persen.
"CCTV mungkin salah satu solusinya. Tetapi, bisa juga kebocoran tiket karena adanya peredaran tiket palsu. Kalau tiket palsu memang untuk saat ini susah terdeteksi karena petugas juga tidak mungkin melihat satu per satu tiket tersebut. Yang jelas kami akan segera mencari cara untuk meminimalisir kebocoran tiket dan semoga terlaksana saat melawan Persiba," tandas dia.(ley/ary)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang