Hujan Deras, Aremania Central Borneo Bergeming


Malang Post - Kekompakan Aremania Central Borneo atau Aremania Kalteng patut diacungi jempol. Pasalnya, pendukung Arema FC dari wilayah Palangkaraya, Sampit hingga Pangkalan Bun itu kompak untuk datang di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, kemarin. Mereka bahkan menjadi rombongan besar pertama yang hadir di stadion, saat hujan deras mengguyur kawasan Banjarmasin. Dan bergeming (tak bergerak sedikit juga) meski diguyur hujan.
Ada sekitar 100 Aremania yang hadir di markas Barito Putera itu, kemarin. Mereka hadir dalam dua rombongan bus dan beberapa mobil pribadi. Setelah itu, rombongan Aremania Central Borneo ini mulai memenuhi area depan stadion dan beristirahat sejenak sembari menunggu pintu stadion dibuka.
"Kami datang jam 4 tadi (16.00 WITA). Tadi masih hujan deras dan kami di dalam bus dulu. Baru setelah hujan mulai reda, kami turun, foto-foto dan istirahat sebentar," ujar Aremania Central Borneo, Bedor Wijaya.
Menurut dia, rombongannya berangkat pukul 10.00 WITA. Selama kurang lebih enam jam, mereka melalui perjalanan darat ke Banjarmasin.
"Perjalanan santai dan beberapa kali berhenti. Makanya butuh waktu sekitar enam jam. Kalau cepat bisa 4-5 jam saja. Kalteng memang lumayan dekat dengan Kalimantan Selatan," beber Bedor kepada Malang Post.
Ia mengakui, Aremania Kalteng memang acap kali datang saat Arema bermain di Kalsel. Lokasi pertandingan yang terhitung dekat, membuat mereka enggan melewatkan kesempatan tersebut.
"Kalau di Kaltim, mungkin tidak sebanyak ini. Perjalanannya jelas bisa tiga kali lebih lama atau beberapa memilih menggunakan transportasi udara," jelas dia panjang lebar.
Dia pun berharap, tahun depan Arema bisa away ke Palangkaraya. Harapan tersebut bisa terwujud, jika klub Kalteng Putra promosi ke Liga 1. "Sekarang tim itu kan bagus dan berpeluang lolos. Semoga bisa lolos dan kami akan menjamu Arema, membuat Kalteng seperti kandang sendiri," tambah dia.
Sementara itu, untuk laga kemarin, Aremania Kalteng sudah menyiapkan diri untuk bersorak untuk Arema. Mereka membawa bass drum dan big flag, yang dikibarkan sepanjang pertandingan.
"Yang jelas kami ingin membuat stadion tidak sepi. Suara kami harus lebih keras dari pendukung tuan rumah dan membuat semua pemain semangat untuk bertanding," tandasnya. (ley/ary)

Berita Lainnya :