Keluar dari Madura Seperti Pulang Perang



MALANG – Penggawa Arema FC telah sampai di Bumi Arema, Senin (11/9/17) kemarin. Namun, ada perjuangan berat yang harus dilalui oleh Alfarizi dkk agar bisa keluar dari Pulau Madura.
Pascainsiden pelemparan batu terhadap bus yang ditumpangi tim di area parkir Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (10/9/17) malam, tercatat rombongan tim Arema harus berganti kendaraan tiga kali, untuk menghindari ancaman dan intimidasi dari suporter agar bisa pulang ke Kota Malang.
Keputusan cepat dilakukan oleh official tim berjuluk Singo Edan pasca kejadian pelemparan tersebut. Hanya dua jam setelah sampai di Hotel Front One Pamekasan, tim memutuskan untuk pulang pukul 00.00 WIB dinihari.
“Langsung ada rapat panpel, official dan kepolisian untuk kepulangan. Sebab, bus juga harus diganti, keamanan sepanjang perjalanan harus diperhitungkan,” ungkap Staff Media Officer Arema, Tjiptadi Purnomo.
Setelah diputuskan pulang ke Malang malam itu juga, Panpel pun tidak tanggung-tanggung dengan menyediakan dua bus. Bus pertama untuk mengusung rombongan pemain, official dan awak media.
Sedangkan bus kedua, adalah bus untuk membawa barang-barang tim Arema, sekaligus mengecoh jika ada oknum suporter yang masih berusaha melakukan aksi lempar batu.
Namun hanya 1,5 jam meninggalkan Pamekasan, rombongan dihentikan di Jalan Raya Sampang, yang tidak jauh dari Polres Sampang. Pihak kepolisian yang sudah mengusung satu unit rantis barracuda, membawa tim Arema untuk singgah ke Kantor Polres Sampang.
“Ada informasi jika akan ada penghadangan untuk rombongan tim Arema. Kami harus berpindah kendaraan, paling aman naik barracuda,” tutur salah satu Panpel Madura United, yang mengiringi rombongan tim dengan bus tim Laskar Sape Kerrab.
Praktis, keinginan pemain Arema untuk istirahat terganggu. Ketegangan mulai terjadi dan pembicaraan mengenai lemparan batu serta ancaman serupa yang kerap terjadi saat Arema melakoni tour di zona merah di Jawa Timur, terucap dari penggawa Arema.
“Tim Arema kalah, ancamannya seperti ini. Bagaimana kalau menang,” tutur Pemain Arema, Junda Irawan, saat rombongan berhenti di Polres Sampang.
Pemain lain pun tak kalah menyampaikan rasa herannya. Adam Alis dan Dwi Kuswanto yang terlibat dalam pembicaraan juga ikut menanggapi.
“Masih sama Jawa Timur, satu Indonesia, mau pulang saja susah. Berat sekali perjuangan jadi pemain Arema ini,” sambung Dwi Kuswanto.

Berita Lainnya :