Kena Dampak Kenaikan Tiket Pesawat


MALANG - Arema FC akhirnya merasakan dampak kenaikan tiket pesawat. Jelang laga melawan Persita Tangerang, tim Singo Edan itu harus mengeluarkan budget mencapai 40 persen untuk tiket pesawat saja. Mereka pun harus mencari cara untuk sementara waktu mengakali peningkatan di sisi transportasi tersebut.
‘’Awalnya kami di klub hanya baca berita di media saja. Ya masih belum yakin, masak sih harga tiket pesawat naik. Terus ada kabar lagi sudah turun harganya,’’ ujar General Manager Arema Ruddy Widodo.
Lantas, dia merasakan sendiri ketika berpergian sendiri ke Bali dan Jakarta untuk agenda PSSI. ‘’Ternyata harganya memang tinggi. Biasanya, ke Jakarta batas bawah harga tiket itu antara Rp 550 ribu sampai Rp 700 ribu, sekarang minimal Rp 900 ribu,’’ ungkapnya.
Nah, ketika meng-arrange perjalanan away ke Persita, ia mengakui dampaknya terasa. Sebab, batas bawa untuk satu kali perjalanan sebesar Rp 900 ribu tadi. Jumlah tersebut, ketika dikalkulasi, mencapai 40 persen ketimbang biasanya.
‘’Padahal ini masih kebutuhan pra kompetisi. Bagaimana nanti ketika kompetisi penuh,’’ beber dia kepada Malang Post.
Ia pun berharap akan ada langkah yang dilakukan pula oleh operator kompetisi. Selain berbenah dari sektor pribadi, Ruddy berharap, operator bisa menjalin kerja sama dengan maskapai untuk mengakali hal tersebut.
‘’Semoga bisa kerja sama dengan airlines dan klub bisa mendapatkan harga khusus. Sebab, kami berpikir untuk klub lain, di luar Jawa Timur, yang harus melakoni setiap laga away dengan pesawat,’’ tambah pria asal Madiun  itu.
Menurut dia, secara klub, Arema juga mencoba untuk mencari sponsor dari sisi tersebut. Hal itu untuk mengurangi cost away yang tinggi di musim ini.
‘’Sebenarnya memang ada airlines yang sudah kerja sama dengan klub. Namun, untuk mencari sponsor, Arema tidak hanya mempertimbangkan aspek hemat atau keuntungan dari sisi harga saja,’’ jelas dia panjang lebar.

Berita Terkait

Berita Lainnya :