Kini Ada Bayang-Bayang Degradasi

 
MALANG - Arema FC tengah dalam fase genting. Ketika Liga 1 menyisakan 11 pertandingan, tim tersebut tak kunjung stabil performanya. Usai kalah dari Madura United, Minggu (10/9) malam, tim ini pun mulai lempar handuk untuk memanaskan persaingan di papan atas atau bahkan juara. Pasalnya, kini Arema tercecer di peringkat 7 dengan selisih 12 angka dari sang pemuncak klasemen, Bhayangkara FC. Dengan tim yang berada peringkat tiga, PSM Makassar, Arema tertinggal delapan angka.
Artinya, Arema harus menang dalam tiga laga dan berharap tim Juku Eja tersebut gagal meraih poin satu pun jika ingin berada di atas tim tersebut.
"Bukan hal yang mudah dengan menyisakan 11 pertandingan. Kami harus berfikir realistis untuk saat ini," ujar General Manager Arema Ruddy Widodo.
Menurutnya, timnya mulai realistis dalam persaingan di papan atas dengan melihat kondisi tim yang tidak kunjung full memasuki 1/4 terakhir kompetisi Liga 1 itu.
"Tentu kami tak bisa memasang target terlalu muluk. Hal itu sudah disampaikan kepada pelatih. Tetapi jika ada peluang untuk meraih poin lebih banyak, tentu kami lebih senang," papar dia.
Hingga pekan 24 mendatang, Arema paling tidak masih harus kehilangan dua pilar utama. Yakni penjaga gawang Kurnia Meiga dan stoper Bagas Adi Nugroho. Kurnia Meiga masih dalam tahap penyembuhan. Sementara Bagas Adi Nugroho masih pemulihan cedera di Jakarta.
Kondisi tersebut, diyakini Ruddy membuat Arema dalam posisi sulit saat ini. Bukan hanya kembali ke persaingan di papan atas, kini degradasi pun mulai mengancam. Sebab, menurut perhitunganya, Arema mesti mengumpulkan 40 poin agar bisa lepas dari jeratan turun kasta.
"Untuk bisa tetap bertahan di kasta tertinggi, paling tidak Arema  harus mengumpulkan 40 poin. Sehingga lawan Persela Lamongan kami harus amankan poin penuh untuk menjauhi kejaran pesaing di bawah," jelasnya panjang lebar.
Jika mendapatkan tiga angka, praktis Arema tinggal membutuhkan tiga angka tambahan dan hampir dipastikan lepas dari jeratan degradasi. Tiga angka itu bisa diburu dalam 10 pertandingan tersisa. Sementara, Arema sendiri mesti melakoni 10 laga tersisa, di luar Persela dengan jadwal yang sangat berat.
Diantaranya away ke Mitra Kukar, Perseru Serui, Bali United, Persipura, Sriwijaya FC dan Borneo FC. Selain itu, Arema akan menjamu Persija Jakarta, PS TNI, Semen Padang, dan Persegres GU.
"Paling tidak kami berusaha untuk mengamankan diri terlebih dahulu agar tidak terdegradasi. Setelah hal itu dicapai baru kami akan berfikir untuk memburu target lain," tambahnya.
Perubahan besar pada target ini, dikatakan oleh pria  asal Madiun itu menyesuaikan kondisi Arema FC saat ini memang tengah kurang maksimal usai absennya sejumlah pemain andalan. Hal itu sedikit banyak memperngaruhi performa pemain dalam setiap pertandingan. (ley/bua)

Berita Lainnya :