Kirim Surat Tagihan Ketiga

 
MALANG - Arema FC kembali akan menyurati operator kompetisi Liga 1 musim 2017, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menuntut pelunasan subsidi yang masih tertunggak hingga medio Februari ini. Manajemen Singo Edan, siap melancarkan surat ketiga, demi mendapatkan piutang mereka sekitar Rp 2,1 miliar yang sedianya bakal dibayarkan akhir Januari lalu.
Saat ini, dana subsidi yang belum cari dari operator sebesar Rp 600 juta dan Rp 1,5 miliar yang dijanjikan oleh operator bakal dibayar di akhir kompetisi. Namun, sampai kompetisi buyar dan bakal memasuki musim yang baru, tanggungan operator itu kepada klub, termasuk Arema belum terselesaikan.
"Kamis (15/2) kami layangkan surat kami pada operator. Ini kali ketiga sejak janji di bulan Januari lalu kami mencoba mengingatkan agar operator segera merampungkan kewajibannya," ujar Media Officer Arema, Sudarmaji.
Menurutnya, surat yang dikirimkan Arema tidak jauh berbeda dengan apa yang mereka sampaikan di pekan pertama Februari. Manajemen klub berlogo kepala singa ini berharap ada respon dan kejelasan terkait subsidi tersebut.
"Setelah tujuh hari belum ada tanggapan, kami berkirim surat lagi. Sampai pekan depan begitu ya akan kami kirim surat lagi," papar Sudarmaji kepada Malang Post.
Dia mengatakan, isi surat itu diantaranya memohon agar sisa subsidi dan hal komersial segera dicairkan. Arema berkepentingan mendapatkan dana tersebut, untuk melunasi biaya gaji dari pemain di musim 2017 yang tertunggak.
Selain itu, sebelum kompetisi yang baru berjalan, yang rencananya akan berlangsung 10 Maret 2018 mendatang, tidak ada lagi permasalahan atau tunggakan. Baik subsidi atau hak komersil.
Kalaupun ada, yang tengah dijanjikan adalah kewajiban ranking dan rating yang sudah disampaikan oleh operator dan PSSI di bulan Januari lalu kepada peserta kompetisi.
"Kalau mau kompetisi berjalan lancar dan nyaman, kami juga berharap respon dari operator," tambah dia.
Sementara itu, manajemen Arema FC mengaku banyak belajar dari pengalaman ini. Karenanya, klub ini tak lagi mengandalkan subsidi sebagai tulang punggung skema keuangan mereka, mulai musim ini.
Menurut General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, kali ini Arema memperbanyak sumber-sumber pendapatan di luar subsidi. Salah satu yang mereka genjot adalah pemasukan sponsor. 
"Alhamdulillah, kendati kompetisi belum mulai, gaji pemain sudah terbayar dan tak ada masalah," sebut dia. (ley/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :