Laga Lawan Perseru Berbuah Sanksi Rp 150 Juta

 
MALANG - Warning tampaknya mulai menyala bagi Aremania dan Panpel Arema FC. Pasalnya, lagi-lagi tim Singo Edan harus menanggung denda karena ulah suporter. Penyalaan flare, bom asap, petasan dan kembang api yang dilakukan suporter, membuat Komdis PSSI kembali menjatuhkan denda sebesar Rp 150 juta ada tim kelahiran 1987 itu. 
Praktis, denda dari Komdis ini adalah kali ketiga di musim ini. Sebelumnya Arema sudah mendapatkan denda sebesar Rp 300 juta imbas kerusuhan saat melawan Persib Bandung dan denda Rp 150 juta kala menjamu PSIS Semarang di pekan 12. Sehingga total denda yang diterima Arema sudah mencapai Rp 600 juta. 
Sanksi tersebut diterima Arema melalui surat Komdis dengan nomor 082/L1/SK/KD-PSSI/VII/2018. Surat tersebut ditandatangani Komdis yang diketuai oleh Asep Edwin Firdaus, 4 Juli 2018. Dalam surat itu disampaikan pada laga melawan Perseru, tanggal 6 Juni di Stadion Gajayana penyalaan benda-benda yang dilarang seperti flare, bom asap, petasan dan kembang api di menit 90+4. 
Penyalaan berlangsung empat kali dan dicatat Komdis sebagai tingkah laku buruk suporter. Dengan acuan Pasal 70 Kode Disiplin PSSI maka denda yang dilimpahkan sebesar Rp 150 juta.
"Surat dari Komdis sudah kami terima dan dendanya sebesar Rp 150 juta. Bahkan, denda bakal lebih besar jika nanti ada pengulangan pelanggaran yang sama," ungkap Media Officer Arema, Sudarmaji. 
Menurutnya, dengan pelanggaran dan denda tersebut adalah tanda bahaya bagi Arema. Dia lagi-lagi berharap Aremania bisa bersikap dewasa dalam memberikan dukungan. Kreativitas yang berpotensi menjadi denda, dia harap tidak terjadi lagi. Sebab, kompetisi masih panjang dan efek hukuman bahkan bisa lebih tinggi lagi. 
"Tolong, kami meminta sudahi kreativitas yang berhubungan dengan api. Kami yakin Aremania bisa berkreativitas yang tidak melanggar aturan," paparnya. 
Menurutnya, manajemen berharap suport Arema untuk bisa terlepas dari sanksi lagi di kemudian hari. Caranya dengan meninggalkan kreativitas yang sudah terbukti melanggar dan menghasilkan sanksi. 
"Banyak cara atau kreativitas yang bagus, tapi aman dari sanksi. Kami berharap selanjutnya tidak ada sanksi lagi karena pelanggaran suporter," tambah dia. 
Selain itu, dia juga menekankan, sanksi bisa terjadi meski dalam status away, seperti saat melawan Perseru. Pelanggaran bakal dilihat oleh Komdis, dilakukan oleh kelompok suporter mana, tidak bergantung pada tuan rumah suatu pertandingan. 
"Kalau home, ini warning bagi kami bersama Panpel untuk lebih ketat lagi dalam hal pengamanan," pungkas pria asal Banyuwangi itu. (ley/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :