Lawan PSM Terancam Mundur

CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin
 
MALANG - Penundaan jadwal kembali mengancam tim Arema FC. Setelah laga Persib Bandung yang sedianya bakal digelar pada 14 Juni 2019 ditunda sampai Agustus mendatang, berbarengan dengan week keempat Liga 1, pertandingan Arema di pekan 5 juga berpotensi berubah. Hal ini seiring dengan pengajuan mundurunya jadwal pertandingan yang bakal digelar 23 Juni 2019 mendatang. 
Laga PSM melawan Arema yang digelar di Stadion Andi Mattalatta Makassar berpotensi berubah usai CEO PSM Munafri Arifuddin meminta kepada PT LIB untuk penyesuaian jadwal pertandingan karena PSM juga tampil di AFC Cup. PSM harus menjalani Leg pertama menghadapi Becamex Binh Duong di Vietnam, Rabu, 19 Juni atau hanya jeda empat hari melawan Arema FC. Setelahnya juga hanya jeda tiga hari untuk leg kedua di Stadion Pakansari, Rabu, 26 Juni. 
"Apa iya, dalam 10 hari, kami ada pertandingan di tiga tempat berbeda. Kira-kira kami pulang tanggal 20, sampai di Makassar minimal tanggal 21. Kami tidak mungkin langsung latihan. Bertanding tanggal 23. Lalu tanggal 24 harus berangkat lagi, sampai di sana dan tanggal  26 main lagi," ujar Munafri. 
Melihat jadwal tersebut, yang diiringi dengan perjalannan yang panjang dan melelahkan, ia berharap perhatian kepada LIB dan PSSI. 
"Toh ini bukan menyangkut PSM sendiri. Tapi menyangkut nama Indonesia yang dibawa PSM. Jadi harus dipertimbangkan dengan matang," terang dia.
Dalam pergeseran ini, Munafri menjelaskan PSM tidak muluk-muluk mematok waktu tertentu. Terpenting katanya adalah jadwalnya tidak terlalu dekat dengan agenda AFC Cup
"Silahkan digeser di mana saja, kalau memang mau digeser di pekan keberapa. Yang penting tidak ada di tengah-tengah itu (lawan Becamex). Seandanya kita main di Makassar mungkin bisa, tapi ini kita main di Bogor," tambahnya.
General Manager Arema, Ruddy Widodo mengakui sudah mendapatkan pemberitahuan dari operator atau PT LIB. Operator sendiri sejatinya menyerahkan pada Arema, keberatan atau tidak. 
Namun, Ruddy mengakui jika mengembalikan pada LIB, yang mengatur jadwal pertandingan. "Kami mengembalikan kepada operator saja. Apapun keputusannya akan siap," papar dia. 
Namun, sejatinya dia berharap operator juga bijak. Bila ada perubahan atau pemunduran jadwal, harus disesuaikan. Sebab, untuk pertandingan melawan Persib Bandung saja, yang tertunda di pekan 4, Arema sempat merasa keberatan. Karena, harus bermain di bulan Agustus. Sedangkan pada bulan tersebut sudah ad enam pertandingan harus dijalani. 
"Jangan sampai menumpuk, lalu dalam satu bulan kami bermain dalam jarak yang dekat," ungkap dia. 
Ruddy mengatakan, tidak mau menentukan kapan pertandingan digelar bila memang harus mundur. "Sekali lagi, biarkan yang punya otoritas. Kan ada beberapa pertimbangan, misal broadcaster, hingga jarak dengan pekan selanjutnya juga," tambah dia. 
Sebenarnya, laga pekan kelima sendiri sudah sempat berubah. Sebelumnya Arema dijadwalkan bertanding 21 Juni 2019. Akan tetapi, karena PSM bertanding di AFC, 19 Juni, tim tersebut meminta mundur dua hari. Ketika sudah disetujui, kini ada permintaan perubahan lagi. 
Beberapa tahun lalu, ketika berlaga di Piala AFC, Arema sendiri pernah mengalami nasib nyaris seperti PSM. Kala itu, Arema harus bertanding melawan Persib hanya dua hari sebelum pertandingan melawan Selangor di Stadion Kanjuruhan. 
Arema sempat meminta perubahan jadwal, namun tidak dikabulkan. Sehingga, seusai melawan Persib di kompetisi, Arema pulang keesokan harinya tanpa uji lapangan dan harus bertanding dengan jarak dua hari. (ley/jon)

Berita Terkait