Main Cepat Lawan Pasukan Ramang


 
MALANG – Menghadapi PSM Makassar, Joko ‘Gethuk’ Susilo, pelatih Arema FC sudah punya desain besar tentang cara main skuadnya. Sekaligus strategi itu akan digunakan selama putaran kedua Liga 1 Indonesia. Pasukan Ramang, julukan PSM Makassar, bisa dilawan dengan main cepat.
Performa Singo Edan baru-baru ini jadi kisi-kisi bagi suporter untuk mengintip secuil strategi yang diterapkan Gethuk. Yaitu, pengaturan tempo permainan. Kunci taktik adalah kemauan pemain menerapkan instruksi pelatih yang juga mantan pemain Arema era Galatama ini.
“Saya bangga kepada seluruh pemain Arema. Kita bisa melambatkan dan mempercepat tempo sesuai kesepakatan,” kata Gethuk kepada Malang Post, dikonfirmasi kemarin.
Gethuk memperlihatkan perubahan bertahap dalam skuad dari empat laga yang dilakoninya bersama Arema. Kali pertama melatih tim berlogo singa, pelatih usia 46 tahun ini harus menelan kekalahan pahit dari Bhayangkara FC, 2-1. Lalu, saat kembali ke kandang Arema meraih hasil imbang lawan Persib Bandung 0-0.
Setelah imbang, Arema akhirnya menemukan tren positifnya ketika menghajar Persiba 3-0. Tim yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan, akhirnya membuktikan dia bukan lagi jago kandang usai mencuri kemenangan di Banjarmasin dengan menang atas Barito, 1-2. Rangkuman empat laga Arema di putaran kedua membuktikan grafik performa yang merangkak naik.
“Bagi saya, strategi nomor 3. Yang pertama, adalah keinginan pemain untuk memenangkan pertandingan,” ujar Gethuk.
Kendati sudah melihat tanjakan kondisi dalam skuadnya, pelatih berlisensi A AFC tersebut tidak merasa puas. Dia melihat ada celah yang harus diperbaiki jelang laga kontra PSM Makassar, 30 Agustus 2017 mendatang.
Celah tersebut, tak lain adalah kebugaran serta fisik pemain yang harus bisa bermain 90 menit tanpa menurunkan intensitas tempo. Memang, permainan ritme saat bertanding penting untuk menghadapi lawan yang agresif. Tapi, Gethuk menyadari strategi terbaik yang diinginkannya, bukan sekadar siasat untuk menghemat energi agar kuat main 90 menit.
“Kalau saya bisa beli energi, saya pasti beli untuk pemain-pemain saya. Karena, dengan taktik yang kami lakukan, tak mungkin kuat 90 menit untuk sekarang,” tutur Gethuk.
Praktis, pelatih asal Cepu itu menyiratkan agar pemain sanggup bermain dengan intensitas tinggi selama 90 menit tanpa harus ngakali tempo. Jelang laga PSM, Gethuk menyebut skuad asuhannya akan memakai semangat kemenangan tandang di laga kandang.
Pelatih yang pernah bermain untuk PSM Makassar pada era 1996-1997 ini menganggap tren positif harus didukung oleh supporter. Sehingga, laga tanggal 30 Agustus adalah kesempatan menyatukan spirit pemain, pelatih, klub dan fans.
“Kemenangan tidak akan pernah lepas dari fans. Pendukung yang banyak, akan mengangkat spirit kami, baik pelatih maupun pemain, sehingga bisa memenangkan pertandingan, entah itu di kandang maupun tandang,” tambah Gethuk.
Media Officer Arema, Sudarmaji menyebut Arema menganggap laga lawan PSM sebagai kesempatan untuk kembali move on dari sosok Robert Rene Alberts.
“Semua Aremania kenal siapa Robert, kenal Hamka, kenal Zulkifli Syukur. Mereka punya sejarah dengan tim Arema. Tim yang sekarang ingin buktikan bahwa laga sejarah ini masih jadi milik Singo Edan. Apalagi kita main di home. Tentu kita butuh support penuh supporter,” sambung Sudarmaji.(fin/ary)