Makin Berat

 
PAMEKASAN - Penggawa Arema FC tak bisa menutupi kekecewaan karena gagal mendapatkan poin melawan Madura United, Minggu (10/9) malam kemarin. Sejatinya, mereka menargetkan tiga poin kala bermain di Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan tersebut.
"Kami kecewa pastinya karena tidak mendapatkan poin. Sebab, sebelumnya kami menargetkan tiga angka di Madura," ujar Bek Arema, Junda Irawan.
Menurut dia, timnya harus mengakui ketangguhan tuan rumah yang tampil dominan sejak babak pertama. Namun, dia memastikan jika semua pemain Arema sudah bermain semaksimal mungkin kemarin.
"Kami sudah tampil total untuk melawan Madura. Tentu kami minta maaf karena tidak bisa mewujudkan poin," papar dia.
Ya, Arema memang tidak hanya gagal menang. Skor 0-2 mesti mereka tekan dan membuat langkah bersaing di papan atas klasemen semakin berat. "Mungkin tugas kami semakin berat, tetapi kami akan berjuang sampai akhir musim," beber pemuda asal Turen, Kabupaten Malang tersebut.
Ia mengakui, kekalahan kemarin, bukan karena timnya terpengaruh teror dari suporter tuan rumah yang hampir setiap saat melakukan aksi pelemparan botol minuman ke dalam lapangan. Pelemparan terjadi ketika Arema hendak melakukan tendangan sudut, tendangan bebas dan ketika Arema berusaha menyerang.
"Tidak ada pengaruh sebenarnya terkait pelemparan tersebut. Kekalahan ini murni karena tim lawan juga tampil bagus dan kami gagal menampilkan permainan terbaik untuk menang," tambahnya.
Junda mengakui, teror yang dilakukan oleh suporter sudah biasa diterima dalam pertandingan sepak bola. Dia menyerahkan penilaian aksi 'lempar jumroh' suporter tuan rumah kepada pihak Komdis. Sebab, dia meyakini jika dalam laga kemarin ada pengawas pertandingan yang melihat secara langsung bagaimana teror suproter tuan rumah.
Pertaruhan antara Arema versus Madura United memang setiap saat menyajikan tensi tinggi. Tahun lalu, Arema harus bermain dengan 10 orang kala away di Madura karena kartu merah Hendro Siswanto. Sementara saat berangkat dan pulang menuju venuer, harus menaiki rantis karena mendapatkan ancaman pelemparan dari suporter.
"Saya tidak bisa memilih mana yang lebih menekan, dilempari di dalam stadion atau di luar stadion. Tetapi yang jelas bagaimana teror mereka tidak akan mempengaruhi kami," tandasnya. (ley/feb)

Berita Lainnya :