Paksa Dokter Tim Kerja Keras

 
BANJARMASIN – Kondisi panas terik pada pertandingan Arema menghadapi Barito Putera memaksa tim medis kedua tim kerja keras. Khususnya menjaga para pemain tidak sampai mengalami degradasi. Termasuk menjaga pemain agar tidak mudah terpancing emosi dengan kondisi pertandingan yang panas.   
Dokter tim Singo Edan, dr. Nanang Tri Wahyudi pun mengakui, pada laga kemarin harus bekerja keras ketimbang biasanya. Terutama ketika memberikan perawatan pada Hendro Siswanto yang mengalami pendarahan di kepala.
Gelandang Arema itu berbenturan dengan pemain Barito Putera pada menit 61 hingga kepalanya bocor. Dibutuhkan sekitar empat menit lebih di pinggri lapangan, dokter tim Arema merawat pendarahan di kepala Hendro. 
“Beruntung tidak sampai ada jahitan, makanya dia bisa terus melanjutkan pertandingan,” ungkap dr. Nanang yang beberapa kali juga ke tengah lapangan saat Hanif Sjahbandi, M. Rafli dan Alfarizi berbenturan dengan pemain lawan.
Pemain Arema membutuhkan perawatan usai mengalami benturan keras. Bahkan, dr. Nanang sempat terlihat emosi ketika pertandingan berakhir. Dia mengajukan protes ke pihak medis yang disediakan panpel saat pertandingan berakhir. Lantaran, dari penilaiannya, tim medis tersebut kurang maksimal.
Sementara itu, laga away Arema ke Banjarmasin ini ternyata membuka ingatan dr. Nanang yang pernah tinggal di kota tersebut. Dia teringat sekitar tujuh tahun lalu, tinggal di Bumi Lambung Mangkurat ketika mengawali karier sebagai dokter umum di usia muda.
"Terakhir saya di sini tujuh tahun lalu. Lumayan lama, sekitar delapan tahun di sini," ceritanya. (ley/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :